Lorin Solo Hotel mengajak para tamu merasakan pengalaman berbeda saat bersantap iftar di Sasono Bujono Restaurant dengan menghadirkan akulturasi budaya Tiongkok dan Timur Tengah

SOLO, solotrust.com - Akulturasi budaya Tiongkok dan Timur Tengah dipilih menjadi tema besar iftar di Lorin Solo Hotel tahun ini. Bertajuk The Imperial of Silk Road - A Spice Journey of Cantonese Meets Middle East Iftar Buffet, Lorin Solo Hotel ingin membawa para tamu merasakan pengalaman berbeda saat bersantap iftar di Sasono Bujono Restaurant.

Bagaimana tidak, berbagai menu khas Tiongkok bersanding dengan menu ala Timur Tengah disajikan berbeda setiap harinya. Sebut saja, dimsum, siomay, hakau, dan chicken feet berdampingan dengan cheese quesadillas dan chicken salad pita pocket di appetizer section.

Selain itu, wonton soup bersanding dengan Turkish fasulye soup di soup stall. Tak ketinggalan ummali, Chinese egg tart, tahok, dan assorted date fruit berkumpul jadi satu di dessert section.

Sementara di Middle East Fest Cantonese Stall, Food and Beverage Manager Lorin Solo Hotel, Alfan Sugiro, menyebut ada cantonese noodles, peking duck and chicken, bersama lamb kofta yang bisa dinikmati para tamu iftar. Sesuai temanya, konsep iftar kali ini mempertemukan menu masakan Tiongkok dengan Timur Tengah.

"Silk road atau jalur sutra ini kan pada masanya menghubungkan peradaban Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Adanya jalur sutra ini terjadilah pertukaran budaya, ekonomi, budaya, dan teknologi. Pertukaran budaya inilah yang ingin kami bawa melalui menu-menu masakan yang disajikan saat iftar di Lorin Solo Hotel," bebernya.

Bergeser ke Syariah Hotel Solo, Mukbusyah (Makan Buka Puasa Sepuasnya di Syariah) tahun ini mengusung tema Discovery of Nusantara. Di sini, para tamu iftar akan merasakan nuansa budaya Tanah Air sangat kental. Menurut Executive Chef Lorin Group Solo, Yoga Andrian, setiap hari menu disajikan secara tematik berdasarkan kota-kota kuliner di Indonesia.

"Misalnya di Hari Minggu, menu tematiknya adalah Discovery of Cirebon. Nah, menu-menu yang disajikan adalah masakan khas Cirebon, seperti nasi lengko, nasi jamblang, tahu gejrot, mi koclok, pedesan entog, dan es cuing. Jadi tamu benar-benar bisa menemukan menu-menu khas Cirebon saat iftar di sini," urainya.

Chef Yoga Andrian menyebut, tamu iftar bisa memilih ingin mengeksplorasi menu masakan khas Indonesia lainnya, seperti menu Jakarta pada Senin, menu Sumatra Barat saat Selasa, menu Bogor ketika Rabu, menu Yogyakarta disediakan Kamis, menu Surabaya bisa dinikmati Jumat, dan menu Bandung tersaji Sabtu.

Marcomm Lorin Group Solo, Septina Fadia Putri menambahkan, tamu iftar baik di Lorin Solo Hotel maupun Syariah Hotel Solo berkesempatan mendapatkan grand prize umrah untuk satu orang beruntung.

"Tahun lalu, grand prize umrah ini hanya untuk iftar di Lorin Solo Hotel. Nah, tahun ini, tamu iftar di Syariah Hotel Solo juga bisa berkesempatan mendapatkan hadiah ini. Ketentuannya, kupon berlaku hanya untuk satu orang dan tidak ada minimum reservasi untuk bisa tercatat sebagai peserta undian umrah," pungkasnya.