Masjid Raya Sheikh Zayed (MRSZ) Solo akan membagikan takjil gratis berupa 6000 porsi makanan berat dan 30 ton kurma selama Ramadan

SOLO, solotrust.com - Masjid Raya Sheikh Zayed (MRSZ) Solo akan membagikan takjil gratis berupa 6000 porsi makanan berat dan 30 ton kurma selama Ramadan.
 
Takjil tersedia mulai pukul 16.00 WIB di tiga tenda yang berada di pelataran masjid. Masing-masing tenda dengan nama para Ulama Indonesia, yakni Ahmad Dahlan, Hasyim Asyari, dan Ahmad Siroj Panularan. 
 
Nantinya sebelum azan magrib akan ada tausiah singkat. Setelahnya para jemaah dipersilakan untuk menyantap hidangan buka puasa yang telah dibagikan.
 
Member of Imam Besar Join Commuttee Indonesia, Anas Farkhani, mengatakan setelah azan magrib jemaah diminta langsung berbuka puasa dengan makanan berat. 
 
"Selesai berbuka pukul 18.20 kemudian langsung masuk ke masjid. Jadi tidak ada setelah dari salat magrib akan kembali menyelesaikan makan karena makanan akan langsung dibersihkan oleh tim masjid," tambahnya dalam jumpa pers di Main Prayer Hall Masjid Zayed, Rabu (22/03/2023).
 
Sementara itu, Asisten Direktur Operasional Join Commute Indonesia, Bagus Sigit Setiawan, mengatakan sajian 30 ton kurma didatangkan langsung dari Uni Emirat Arab (UEA) dengan satu kontainer.
 
"Insyaa Allah 6000 (takjil) per hari. Itu terbatas, kurang lebih 6000. Makan takjil tetap di luar masjid. Kurma didatangkan dari UEA. 30 ton ada satu kontainer datang. Insyaa Allah bisa memenuhi kebutuhan selama Ramadan," ungkapnya.
 
Sementara 6000 porsi takjil akan hadir dengan menu makanan khas Indonesia, sekali waktu menghadirkan menu khas Timur Tengah. 
 
Bagus Sigit Setiawan menjelaskan, terbatasnya jumlah takjil akan berisiko membuat pengunjung tak mendapat menu makanan berat. Untuk itu, pihaknya menyediakan menu tambahan berupa kurma dan air mineral. 
 
Ia juga menuturkan, pengunjung diperbolehkan membawa makanan sendiri, namun tak boleh dibawa ke dalam masjid. 
 
"Di bawah bangunan masjid tidak boleh dhahar (makan-red), tidak boleh minum. Kami siapkan tenda dhahar di situ ada karpet bersih di situ," terang Bagus Sigit Setiawan.
 
"Diperkenankan bawa makan sendiri kalau di luar bangunan masjid. Di dalam masjid tetap nggak boleh, meskipun itu takjil," imbuhnya.
 
Selama Ramadan, pengunjung harus menaati beberapa peraturan, seperti salat tarawih, itikaf maupun salat wajib lima waktu. 
 
"Kemarin itu kan ada jadwalnya ruang utama ini hanya dimasuki setengah jam sebelum salat wajib, dan setengah jam setelah salat wajib," terang Bagus Sigit Setiawan.
 
Pada hari biasa jumlah jemaah Masjid Zayed mencapai 40 ribu umat, padahal kapasitas Masjid Zayed ini hanya bisa menampung 10 ribu jemaah saja.
 
Selama Ramadan, pengelola membuat aturan khusus untuk ruang utama atau main prayer. Jumlah jemaah dibatasi agar jalannya ibadah tetap khidmat.
 
"Ini dilonggarkan khusus buat Ramadan kebutuhan itikaf. Salat tarawih panjang waktunya diperlonggar. Kepentingan dibatasi kepentingan jemaah, ruang utama salat bersih nyaman untuk umat beribadah," tandas dia. 
 
Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan hal serupa mengenai takjil kurma Arab Masjid Zayed.
 
"Ada 30 ton kurma di Masjid Sheikh Zayed. Silakan," ucapnya singkat usai menghadiri acara dua tahun refleksi kepemimpinannya di Convention Hall Tirtonadi Solo, Selasa (21/03/2023). (riz)