Terang Abadi Televisi (TATV) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan diselenggarakan di Ruang Mezanine ini dilakukan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-20 TATV, Selasa (03/09/2024). (Foto: Dok. solotrust.com/Nur Indah Setyaningrum)

SOLO, solotrust.com - Terang Abadi Televisi (TATV) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan diselenggarakan di Ruang Mezanine ini dilakukan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-20 TATV, Selasa (03/09/2024).
 
Pada kegiatan ini, terdaftar 32 calon pendonor, namun setelah melewati proses pengecekan kesehatan oleh dokter, hanya 19 orang dinyatakan bisa mendonorkan darahnya. Sementara 13 orang lainnya belum memenuhi syarat sebagai pendonor. 
 
Alasan paling banyak dari gagalnya pendonor, menurut salah satu dokter PMI Solo, Elin adalah tidak sesuainya kadar Hemoglobin (Hb) pada batas normal, yakni 12,5-17.
 
“Kalau gagalnya hari ini yang perempuan itu karena Hb-nya kurang, jadi kurang dari 12,5. Sementara untuk yang laki-laki tadi kebanyakan karena Hb-nya ketinggian. Ini ketinggian biasanya karena kurang air putih atau ngapunten (maaf-red), itu ngerokok,” jelasnya.  
 
Donor darah ini merupakan salah satu bentuk kegaiatan Corporate Social Responsibility (CSR) alias tanggung jawab sosial perusahaan TA Media Group. Adapun partisipan atau pendonor bukan hanya dari karyawan TA Media Grup, namun juga masyarakat sekitar yang ingin mendonorkan darahnya.
 
Kegiatan donor darah ini, menurut Supervisor HRD TATV, Artiningtyas Surastuti juga merupakan rangkaian acara perayaan Hari Ulang Rahun (HUT) ke-20 TATV. 
 
“Jadi untuk donor darah dalam rangka HUT, rangkaian acara HUT TATV yang ke-20 tahun atau dua dekade. Memang salah satunya untuk CSR itu adalah donor darah. Ya, donor darah ini tidak hanya dari kru atau karyawan TA Media Group, tapi juga dari masyarakat umum,” ungkapnya.
 
Salah satu pendonor, Tri Supriono, mengaku mengetahui informasi donor darah ini dari temannya. Tri Supriono sudah melakukan donor darah sebanyak tujuh kali sehingga merasa biasa saja dengan proses pendonoran darah.
 
“(Perasaan saya) biasa aja sih, lebih lega. Kalau untuk keluhan nggak ada, efek samping habis donor juga nggak ada, jadi aman,” kata dia. 
 
Sementara itu, salah satu calon pendonor, Dista mengaku gagal mengikuti donor darah karena tak lolos tes medis. Dia pun berharap pada kesempatan mendatang bisa melakukan donor darah. (Nur Indah Setyaningrum)