Salah satu pedagang pakaian di Pasar Klewer, Andhita saat diwawancarai tentang stok dan penjualan produk menjelang Ramadan, Rabu (04/02/2026). (Foto: Dok. solotrust.com/Zahra Pangesti/Anastasya Zefanya)
SOLO, solotrust.com - Menjelang Ramadan, pedagang pakaian di Pasar Klewer Solo mulai merasakan dinamika penjualan yang khas setiap tahunnya. Meski belum terjadi lonjakan signifikan, sejumlah pedagang memrediksi peningkatan transaksi baru akan terasa sekitar dua pekan sebelum Lebaran, seiring dengan pencairan tunjangan hari raya (THR).
Salah satu pedagang pakaian di Pasar Klewer, Andhita mengatakan, hingga saat ini kondisi penjualan masih relatif normal. Lonjakan pembeli biasanya terjadi mendekati Lebaran ketika masyarakat mulai berburu kebutuhan sandang maupun oleh-oleh.
“Kalau sekarang belum terlalu terasa. Biasanya dua minggu sebelum Lebaran mulai ramai,” ungkapnya kepada solotrust.com, Rabu (04/02/2026).
Adapun untuk menyiasati kondisi tersebut, pedagang menerapkan berbagai strategi, baik secara offline maupun online. Di toko fisik, mereka menawarkan promo seperti paket harga khusus dan diskon. Sementara untuk penjualan dalam jaringan (Daring), pedagang memanfaatkan berbagai platform digital, seperti TikTok, Shopee, Instagram, hingga WhatsApp.
“Kalau pengunjung offline menurun, kami menyeimbangkan lewat penjualan online supaya tidak hanya menunggu pembeli datang,” kata Andhita.
Selain itu, pedagang juga menyiapkan stok barang yang dinilai paling diminati saat momentum Lebaran, seperti pakaian trendi dan produk oleh-oleh khas Pasar Klewer. Menurutnya, jenis celana dan bahan pakaian tertentu menjadi favorit pembeli menjelang hari raya.
Di lain sisi, para pedagang menaruh harapan besar pada peran pemerintah. Mereka berharap promosi Pasar Klewer sebagai destinasi belanja yang menyenangkan dapat lebih digencarkan melalui media sosial maupun media massa.
Selain itu, pemberian bantuan modal dan pelibatan pedagang dalam festival-festival besar dinilai menjadi solusi efektif agar pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah ini tetap eksis di tengah gempuran tren belanja daring.
“Harapannya pengunjung, terutama dari luar kota, bisa semakin banyak datang ke Pasar Klewer untuk berbelanja,” pungkasnya.
*) Reporter: Zahra Pangesti/Anastasya Zefanya
