Panja Haji membagikan Kartu Nusuk Haji ke 360 Calhaj Boyolali saat Ikuti Simulasi di Donohudan (12/04).
Boyolali, solotrust.com — Sebanyak 360 calon jemaah haji (calhaj) kloter 56 asal Kabupaten Boyolali mengikuti simulasi pembagian dan penggunaan kartu Nusuk yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umroh di Asrama Haji Donohudan.
Dalam simulasi yang digelar proses diawali dengan verifikasi data biometrik jemaah yang kemudian disinkronkan dengan aplikasi Nusuk milik pemerintah Arab Saudi. Setelah data dinyatakan valid, petugas dari Syarikah Rakeen langsung menyerahkan kartu Nusuk kepada masing-masing jemaah.
Tak hanya itu, para jemaah juga diajak mempraktikkan cara pemindaian atau scanning barcode pada kartu tersebut. Pemindaian ini menjadi syarat utama untuk mengakses berbagai lokasi penting selama pelaksanaan ibadah haji, seperti Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga akses menuju Raudhah di Masjid Nabawi.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kartu Nusuk kini sudah dibagikan sejak di Indonesia. Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat proses birokrasi serta memberikan kenyamanan bagi jemaah setibanya di Arab Saudi.
Dirjen Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umroh, Ian Heriyawan, menyebut inovasi ini menjadi terobosan baru dalam pelayanan haji.
“Ini merupakan terobosan pertama sejak Kementerian Haji dan Umroh dibentuk. Dengan diterimanya kartu Nusuk lebih awal, jemaah akan lebih yakin dan tenang saat menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ujar Ian Heriyawan. Minggu (12/04).
Sementara itu, Ketua Panja Haji, Abdul Wachid, menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada jemaah terkait persiapan haji agar pelaksanaan di lapangan berjalan lancar tanpa kendala.
“Simulasi ini penting agar tidak terjadi kekacauan saat pelaksanaan. Kartu Nusuk sangat dibutuhkan untuk akses di Arab Saudi, sehingga jemaah harus benar-benar memahami penggunaannya,” kata Abdul Wachid.
Ia menambahkan, pelaksanaan simulasi ini menjadi salah satu indikator peningkatan kualitas pelayanan haji dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai informasi, kartu Nusuk merupakan smart card resmi dari pemerintah Arab Saudi yang memuat data profil jemaah, informasi medis, hingga jadwal ibadah. Tanpa kartu ini, jemaah tidak dapat mengakses berbagai fasilitas penting di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). (Jk)
