Bripka I Gede Bayu Perdana (paling kiri) bersama Tim Satgas Damai Cartenz saat bertugas di Papua. (Foto: Dok. Istimewa)
KARANGANYAR, solotrust.com - Tugas sebagai anggota kepolisian tak hanya berkutat pada penegakan hukum, namun juga kerap menjadi pertaruhan nyawa di lapangan serta adu strategi di ruang digital. Kisah nyata ini dialami langsung Brigadir Polisi Kepala (Bripka) I Gede Bayu Perdana, sosok polisi yang bertransformasi dari seorang reserse lapangan menjadi ahli strategi komunikasi publik di Polres Karanganyar.
Perjalanan karier Bripka I Gede Bayu Perdana, anggota Polres Karanganyar, diwarnai pengalaman berisiko tinggi. Dirinya pernah mengalami kecelakaan serius hingga koma selama hampir sepekan saat menjalankan tugas mengejar tersangka pengedar narkoba di Kebumen.
Bayu yang bergabung dengan Polri sejak 2010, awalnya bertugas di Polda Jawa Tengah, sebelum kemudian berdinas di Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen pada 2011 hingga 2017.
“Saya masuk menjadi anggota Polri pada 2010 dan bertugas pertama di Polda Jawa Tengah," ungkapnya, Rabu (29/04/2026).
Bripka I Gede Bayu Perdana mengakui masuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mendedikasikan hidupnya, selain atas permintaan orangtua yang juga anggota Polri.
Peristiwa paling membekas dalam kariernya terjadi pada awal 2017 saat pelaksanaan Operasi Bersinar di wilayah Kabupaten Kebumen. Saat itu, dirinya menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika di Desa Wero, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen.
Atas perintah komandan dengan laporan tersebut, Bripka I Gede Bayu Perdana pun bergerak cepat melakukan pengecekan dan pembuntutan terhadap tersangka yang berada di sebuah kafe. Saat pengejaran berlangsung, tersangka menyadari dirinya dibuntuti dan berusaha kabur. Celakanya, dalam pengejaran itu, Bripka I Gede Bayu Perdana mengalami kecelakaan.
"Dalam situasi kejar-kejaran itu, tersangka menyalip sebuah truk. Saya juga berusaha menyalip, tapi nggak tahunya dari arah berlawanan muncul mobil sehingga terjadi tabrakan,” kisahnya.
Akibat kecelakaan, Bripka I Gede Bayu Perdana mengalami luka serius di bagian kepala dan tak sadarkan diri selama hampir satu pekan. Ia sempat menjalani perawatan di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto.
Sebagai bentuk perhatian, kapolres Kebumen saat itu menjenguk langsung dan memberikan dukungan. Bripka I Gede Bayu Perdana kemudian mendapat kesempatan untuk berdinas lebih dekat dengan keluarga, yakni di Kabupaten Karanganyar.
Dua bulan pascakejadian, pada 2017, Bripka I Gede Bayu Perdana dipindahkan ke Polres Karanganyar. Awalnya bertugas di Polsek Tasikmadu, kemudian dipindahkan ke Bagian Humas Polres Karanganyar.
Di bagian Humas, kinerjanya dalam mengelola media sosial dan komunikasi publik menarik perhatian Mabes Polri. Bripka I Gede Bayu Perdana lantas mendapatkan kesempatan bergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz 2022 di Papua.
Dalam penugasannya, Bripka I Gede Bayu Perdana ditempatkan di wilayah Jayapura dan beberapa wilayah lain seperti Pegunungan Bintang hingga Nduga. Dirinya terlibat dalam operasi keamanan, termasuk penanganan kasus penculikan pilot asal Selandia Baru oleh kelompok bersenjata.
"Tugas tersebut menjadi pengalaman penting, mengingat situasi keamanan di Papua sangat dinamis karena daerah konflik," ungkapnya .
Atas dedikasinya di Papua, Bripka I Gede Bayu Perdana bersama tim Satgas Damai Cartenz, termasuk tim Humas, mendapatkan penghargaan dari kapolri berupa Pin Emas.
Pengalaman mulai dari kecelakaan saat mengejar pengedar narkoba hingga menjalankan operasi di wilayah konflik, menjadi perjalanan panjang yang membekas dalam diri Bripka I Gede Bayu Perdana selama bertugas sebagai anggota Polri. (joe)
