Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf menyampaikan presiden memberikan penjelasan komprehensif mengenai upaya dan perjuangan Indonesia dalam membantu Palestina. (Foto: setkab.go.id)
JAKARTA, solotrust.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui partisipasi aktif dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Komitmen ini disampaikan presiden kepada para pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan tokoh-tokoh agama Islam, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (03/02/3036).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengatakan presiden memberikan penjelasan komprehensif mengenai upaya dan perjuangan Indonesia dalam membantu Palestina. Ketum PBNU menegaskan, secara nilai dan prinsip, Indonesia konsisten menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Pada tataran nilai, saya kira semuanya sepakat bahwa menolak penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Pada tataran prinsip, semuanya sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, memperjuangkan Palestina sampai merdeka,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id.
Pada pertemuan itu, Prabowo turut memaparkan pertimbangan kebijakan realistis dan strategis dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, salah satunya melalui partisipasi dalam BoP. Langkah ini, menurut Yahya Cholil Staquf, turut diiringi konsolidasi dengan negara Islam dan Timur Tengah yang turut berpartisipasi dalam BoP
“Sehingga hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam dewan itu untuk membela dan membantu Palestina,” katanya.
Lebih lanjut, Yahya Cholil Staquf bilang, presiden menekankan pentingnya kewaspadaan agar setiap langkah diambil tidak justru merugikan rakyat Palestina.
“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza, tapi juga nanti akan dikembangkan dalam istilah-istilah yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar menyampaikan komitmen kuat presiden dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui BoP. Menurut ketua MUI, Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya akan terus mengawal efektivitas BoP agar dapat memberikan kemaslahatan bagi Palestina dan perdamaian dunia.
“Komitmen presiden ingin benar-benar berjuang di dalam Board of Peace untuk kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat secara penuh. Di samping itu, komitmen beliau akan berjuang melalui Board of Peace ini untuk menghilangkan penderitaan orang Palestina di Gaza,” ucapnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin, menyampaikan para pimpinan ormas Islam memberikan penguatan kepada presiden agar perjuangan Indonesia tidak hanya mendorong perdamaian, namun juga kemerdekaan Palestina. “Presiden menerima baik. Beliau jawab terima kasih masukan-masukannya yang pada akhirnya tentu ini semua Insyaa Allah untuk Palestina dan juga untuk kita di Indonesia,” tuturnya.
