Wali Kota Solo, Respati Ardi saat menyampaikan paparan dalam acara High Level Meeting TPID Surakarta bertajuk Memperkuat Sinergi Pengendalian Harga Menjelang Ramadan dan Lebaran, Kamis (05/02/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

SOLO, solotrust.com - Wali Kota Solo, Respati Ardi memastikan akan melakukan monitoring ketat ketersediaan dan harga bahan pokok saat Bulan Ramadan hingga Lebaran. Hal ini bertujuan untuk menekan kenaikan harga dan inflasi saat perayaan keagamaan.

Selain melakukan pantauan langsung, wali kota juga membuat Satuan Tugas (Satgas) Antipenimbunan Bahan Pokok. Satgas ini untuk mengantisipasi lonjakan harga karena penimbunan stok bahan pokok.

“Inflasi ada sedikit peningkatan, tapi masih aman di bawah tiga persen. Langkah-langkah kami akan membuat operasi antipenimbunan menjelang hari raya. Jadi kami akan kunjungi beberapa gudang dengan kepolisian, TNI, dan Satgas TPID untuk operasi antipenimbunan di Kota Surakarta (Solo),” kata Respati Ardi, usai kegiatan High Level Meeting TPID Surakarta bertajuk ‘Memperkuat Sinergi Pengendalian Harga Menjelang Ramadan dan Lebaran,’ Kamis (05/02/2026).

Pihaknya akan mengumpulkan semua distributor bahan pokok di Solo untuk memastikan tak ada perbedaan harga signifikan. Dia juga akan melakukan permohonan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar belanja kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pasar tradisional.

Tujuannya untuk menjaga keberlangsungan pasar tradisional agar tetap sejahtera. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal menyelenggarakan pasar murah di sejumlah titik untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Nanti dari dinas kami akan ada beberapa titik pasar murah. Kami akan selenggarakan di masa Ramadan dan mungkin bisa bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai penyalur. Jadi juga ada bantuan dari presiden, pemerintah pusat dengan bantuan langsung yang akan diberikan di masa Ramadan,” jelas Respati Ardi.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat untuk ikut andil dalam upaya menjaga kenaikan inflasi. Wali kota juga mendorong masyarakat untuk melapor manakala mengetahui praktik penimbunan maupun lonjakan harga secara tidak wajar.

“Jika ada laporan dari masyarakat apabila ada penimbunan, silakan dimasukkan kepada kami. Nanti kami akan tindak tegas untuk penimbunan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, menyatakan pihaknya sudah memulai langkah antisipasi kenaikan inflasi dengan menggelar Forum Distributor. Berdasarkan hasil kegiatan ini diketahui pasokan dan harga bahan pokok di Solo aman.

“Tadi ada arahan dari wali kota agar dinas terkait melakukan tindak lanjut atas hasil ini, di antaranya dengan gerakan pasar murah dan juga gerakan menanam cabai. Ini alhamdulillah akan sangat produktif,” terangnya.

Dwiyanto Cahyo Sumirat juga meminta masyarakat untuk tidak panik karena stok dan harga bahan pokok aman. Ia memastikan akan terus bekerja sama dengan pemkot untuk menjaga kebutuhan pokok masyarakat. (Mutiara/Zahra)