Solo Last Friday Ride (SLFR), ajang gowes bagi para penghobi sepeda kembali digelar, Jumat, (27/02/2026) malam dengan titik kumpul di kawasan Gladak, Balai Kota Solo. (Foto: Dok. solotrust.com/Diswa)
SOLO, solotrust.com - Kegiatan Solo Last Friday Ride (SLFR) kembali digelar pada Jumat (27/02/2025) pukul 20.30 WIB usai salat tarawih. Titik kumpul berada di kawasan Gladak, Balai Kota Solo.
Seperti biasa, acara ini terbuka untuk berbagai jenis sepeda dan semua kalangan, tanpa memandang komunitas tertentu. SLFR merupakan agenda gowes rutin dilaksanakan pada Jumat malam terakhir di setiap bulannya.
Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi para pesepeda di Kota Solo dan sekitarnya, sekaligus ajang menyalurkan hobi bersepeda secara bersama-sama. Rohman, warga Solo yang sudah lebih dari tiga tahun mengikuti kegiatan ini, mengaku rutin ikut karena memang hobi bersepeda.
“Saya memang hobi gowes dan biasa rutin tiap Minggu juga. Kalau ada SLFR pasti ikut. Biasanya sudah ada rutenya, nanti setelah selesai ada yang langsung pulang, ada juga yang istirahat dulu,” ucapnya.
Rohman menambahkan, pascapandemi Covid-19, rute ditempuh sempat cukup jauh, bahkan hingga ke kawasan Patung Sapi Boyolali dan Lapangan Klumprit. Kendati demikian, para peserta tetap mengedepankan keselamatan dan ketertiban selama di jalan.
“Hal yang penting, saat acara berlangsung tetap safety dan saling toleransi dengan pengguna jalan lain,” kata dia.
Menariknya, kegiatan SLFR tetap berjalan, meski memasuki Ramadan. Waktu pelaksanaan pun menyesuaikan, yakni digelar setelah salat tarawih agar tak mengganggu ibadah peserta.
Antusiasme masyarakat pun tetap tinggi, terlihat dari banyaknya pesepeda hadir di setiap gelaran. Kegiatan ini bukan ajang balap, melainkan fun ride yang menekankan kebersamaan, keselamatan, serta edukasi tertib berlalu lintas.
Peserta bebas menggunakan sepeda jenis apa pun, mulai dari sepeda lipat, road bike, mountain bike (MTB), hingga sepeda ontel. Dalam perjalanannya, SLFR berkembang menjadi salah satu agenda gowes cukup dinanti para pesepeda di Solo Raya.
Selain mempererat solidaritas antarkomunitas, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye gaya hidup sehat dan ramah lingkungan di Kota Solo. Dengan konsistensi penyelenggaraan setiap bulan, SLFR tak hanya menjadi rutinitas olahraga, namun juga simbol kebersamaan dan semangat komunitas sepeda.
*) Reporter: Rusida Kurnia Saputri/Diswa Aulia Putri
