Selasa , 13 April 2021

Ki Ageng Pengging dan Kisahnya

10 Agustus 2020 14:02 WIB


Makam Ki Ageng Pengging atau Ki Ageng Kebo Kenongo.

 

Solotrust.com- Pada zaman dahulu di daerah Soloraya hidup banyak sekali tokoh-tokoh hebat yang namanya terdengar hingga sekarang ini. Salah satu tokoh yang hingga kini namanya sering terdengar ialah Ki Ageng Pengging atau Ki Ageng Kebo Kenongo.



Ki Ageng Kebo Kenongo merupakan bupati di daerah Pengging meneruskan tampuk pimpinan dari ayahnya Ki Ageng Pengging Sepuh atau Ki Ageng Handayaningrat, yang gugur kala berperang melawan kerajaan Demak Bintoro. Ki Ageng Kebo Kenongo merupakan anak kedua dari Ki Ageng Pengging Sepuh. Dua saudaranya bernama Kebo Kanigoro dan juga Kebo Amiluhur. Ki Ageng Kebo Kenongo juga termasuk cucu dari Prabu Brawijaya V dari puterinya bernama Retno Pambayun yang menjadi ibu dari Ki Kebo Kenongo.

Ki Kebo Kenongo banyak belajar ilmu agama dari Syekh Siti Jenar yang kemudian mengamalkannya dengan berdakwah sesuai ajaran Syekh Siti Jenar. Kedekatannya dengan Syekh Siti Jenar mendapatkan perhatian khusus dari pihak kerajaan Demak Bintoro. Selain itu Ki Ageng Kebo Kenongo atau Ki Ageng Pengging tidak mau menghadap ke kerajaan Demak dan juga dicurigai hendak memberontak. Maka Raden Patah mengutus salah seorang patihnya bernama Wanapala (serat Siti Jenar menyebutnya Wanasalam) agar menegur Ki Ageng Pengging.

Namun tampaknya, teguran dari Kasultanan Demak hanya dianggap angin lalu saja. Ki Ageng Pengging terus menyebarkan ajaran dari Syekh Siti Jenar.

Selang waktu setahun dari utusan yang pertama dan tidak mendapatkan respon dari Ki Ageng Pengging, maka Raja Demak mengutus Sunan Kudus untuk membunuh Ki Ageng Pengging karena ditengarai telah membelot dari Kasultanan Demak.

Dua versi mencatat kematian dari Ki Ageng Pengging. Versi Babad Tanah Jawa menuliskan bahwa " Ki Ageng Kebo Kenongo merelakan kematian dirinya karena merasa sudah waktunya."

Sehingga pada saat itu ketika Sunan Kudus menanyakan kelemahan dari Ki Ageng Pengging yang juga memiliki kesaktian, maka dengan ikhlasnya Ki Ageng Pengging menunjuk siku tangannya sebagai titik kelemahan dari dirinya. Tanpa menunggu waktu lama Sunan Kudus kemudian mengambil kerisnya dan menusukkan keris miliknya ke siku tangan Ki Ageng Pengging hingga wafat.

Sedangkan Serat Siti Jenar menuliskan jika kematian dari Ki Ageng Pengging bukan lantaran ditusuk keris oleh Sunan Kudus, melainkan dengan cara Ki Ageng Pengging sendiri sehingga ajal menjemputnya. Kala itu Sunan Kudus hanya diterangkan oleh Ki Ageng Pengging tentang ajaran sebenarnya dari Syekh Siti Jenar.

Dua versi yang berbeda tersebut membuktikan bahwa penyebab utama kematian dari Ki Ageng Pengging karena dirinya sebenarnya menolak untuk menghadap ke Raja Demak. Ki Ageng Kenongo sendiri diyakini sebagai murid kesayangan dari Syekh Siti Jenar.

Kelak di kemudian hari Ki Ageng Pengging mempunyai anak bernama Mas Karebet atau Joko Tingkir yang mendirikan Kerajaan di Pajang dengan nama Sultan Hadiwijaya.

Makam dari Ki Ageng Pengging sendiri terletak di Jembungan Kecamatan Banyudono Boyolali. (dd)



(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com