Senin , 30 November 2020

Kremlin Bantah Vladimir Putin akan Mundur karena Parkinson

07 November 2020 17:31 WIB


Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Aljazeera/Reuters)

Solotrust.com - Juru Bicara Istana Kepresidenan Rusia, Kremlin, Dmitry Peskov membantah laporan media Inggris menyebut Presiden Vladimir Putin berencana mengundurkan diri karena kondisi kesehatan. Pihaknya memastikan presiden Rusia itu dalam keadaan sehat.

"Tidak," tegas Peskov menanggapi pertanyaan apakah presiden berencana mundur, dikutip dari Aljazeera, Sabtu (07/11/2020).



“Dia dalam kondisi kesehatan yang sangat baik,” ungkap kantor berita TASS Rusia, Jumat (06/11/2020).

Pernyataan itu muncul setelah The Sun melaporkan, mengutip sumber bahwa Putin berencana berhenti dari jabatannya tahun depan setelah menunjukkan kemungkinan gejala penyakit Parkinson.

Menurut tabloid Inggris, pengamat mempelajari rekaman sang presiden baru-baru. Kaki Putin tampak bergerak terus-menerus. Ia pun terlihat kesakitan sambil memegangi sandaran tangan kursi. Jari-jarinya tampak bergerak-gerak saat dia memegang cangkir yang diyakini berisi obat penghilang rasa sakit.

Pemberitaan The Sun itu muncul setelah majelis rendah legislatif Rusia mengusulkan undang-undang yang dapat memberikan kekebalan kepada mantan presiden Rusia dari penuntutan pidana dalam hidup mereka, tidak hanya saat menjabat.

RUU itu, yang dipublikasikan di situs web pemerintah, adalah salah satu dari beberapa RUU yang diperkenalkan setelah reformasi konstitusi. Salah satunya memungkinkan Putin mencalonkan diri kembali ketika masa jabatannya berakhir pada 2024. RUU baru juga akan mempersulit pencabutan kekebalan mantan presiden yang diperluas.

Majelis tinggi Parlemen harus memberikan suara mayoritas untuk mencabutnya karena kuatnya tuduhan majelis rendah bahwa presiden telah melakukan pengkhianatan atau kejahatan serius lainnya.

RUU itu akan menjadi undang-undang jika majelis rendah memberikan suara untuk menyetujuinya dalam tiga pembacaan, majelis tinggi mendukungnya, dan Putin kemudian menandatanganinya.

Putin kali pertama terpilih sebagai presiden Rusia pada 2000. Ia telah menjabat lebih lama daripada politisi Rusia atau Soviet lainnya sejak awal 1950-an. Bukan tidak mungkin, Putin akan menjadi salah satu presiden terlama di negaranya. (and)

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com