Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Surakarta (BEM UNSA) menyelenggarakan Diskusi Publik Nasional 2025, Kamis (27/11/2025)

SOLO, solotrust.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Surakarta (BEM UNSA) sukses menyelenggarakan Diskusi Publik Nasional 2025, Kamis (27/11/2025), mengangkat tema krusial, ‘Generasi Cerdas Politik di Era Digital yang Kritis, Beretika, dan Berperan dalam Demokrasi.’

Kegiatan ini bertujuan menjadi wadah dialog terbuka untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang dinamika politik kontemporer, sekaligus memperkuat literasi digital sebagai kunci partisipasi politik yang sehat dan bertanggung jawab di tengah arus informasi serba cepat.

Tiga Perspektif Membangun Kesadaran Politik

Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber terkemuka dari berbagai latar belakang strategis, memberikan pandangan komprehensif dari sisi aktivisme mahasiswa hingga perspektif akademis. Mereka adalah Presiden BEM UNSA Ridwan Nur Hidayat, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, dan Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Sunny Ummul Firdaus SH MH.

Dalam presentasinya, ‘Dari Timeline ke Aksi: Transformasi Partisipasi Politik Gen Z di Era Digital, Presiden BEM UNSA, Ridwan Nur Hidayat, menyoroti pergeseran peran generasi muda. Gen Z. Menurutnya, kini tak hanya sebatas berdiskusi di ranah digital, melainkan mampu mengonversi kesadaran media sosial menjadi tindakan nyata di dunia nyata.

Ridwan Nur Hidayat menekankan perlunya penguatan kapasitas berpikir kritis agar Gen Z mampu memilah informasi, membangun keberpihakan yang sehat, dan berani menyuarakan aspirasi secara konstruktif.

Sementara itu, Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto dengan materi provokatif bertajuk ‘Autopsi Demokrasi: 6 Penyakit Kronis dan Kebangkitan Leviathan,’ mengurai berbagai problematika akut yang dihadapi demokrasi modern. Problematika ini mencakup lemahnya kontrol publik, polarisasi, serta kecenderungan menguatnya kekuasaan negara (Leviathan). Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menyadari peran mereka sebagai pengawas moral dan intelektual yang bertugas memastikan demokrasi berjalan sesuai relnya.

Di lain pihak, Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS), 3Sunny Ummul Firdaus memberikan penekanan dari sisi akademis melalui materi ‘Generasi Cerdas Politik di Era Digital.’ Ia menegaskan kecerdasan politik wajib dibangun di atas fondasi etika, literasi digital, dan pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip demokrasi.

Generasi muda, kata Sunny Ummul Firdaus, memegang kewajiban moral untuk menjadi aktor yang bijak dalam menyikapi derasnya informasi di era digital, menghindari jebakan hoax dan ujaran kebencian.

Komitmen BEM UNSA untuk Edukasi Inklusif

Diskusi publik ini menjadi manifestasi dari komitmen BEM UNSA dalam menghadirkan wadah edukasi politik yang inklusif, akademis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para mahasiswa mampu mengembangkan kepekaan sosial-politik yang tinggi serta siap berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia ke depan.