Kanjeng Nucky (kanan) membongkar rahasia budaya Jawa di balik tembok keraton dalam podcast Ngobrol Dulu Lah, dipandu host Fajri Satrio, Sabtu (03/01/2026). (Dok. YouTube TATV Streaming)

SOLO, solotrust.com - Podcast Ngobrol Dulu Lah dengan tema 'Bongkar Rahasia Budaya Jawa di Balik Tembok Keraton' menghadirkan narasumber KRMRAP L Nucky Mahendrata Adiningrat, Sabtu (03/01/2026). Dipandu host Fajri Satrio, Kanjeng Nuky dalam kesempatan itu membongkar Pendidikan Dasar Budaya Jawa Kerabat Keraton yang hampir Punah.

Dia bilang, sejak dahulu, sentono (kerabat keraton-red) sudah bersekolah dasar khusus dari keraton, di mana Sekolah Dasar (SD) untuk laki laki adalah Kasatriyan, sedangkan bagi perempuan, yakni Pamardi Putri.

SD tersebut dapat dikatakan sebagai sekolah heritage karena Karawitan, Menari, Macapat, dan Tata Krama menjadi pola ajar utama. Pembelajaran yang ditekankan adalah bagaimana ‘mengolah rasa’, seperti Menari di jam pertama dua jam pelajaran, dua jam Karawitan, dan satu jam Macapat.

“Oleh karena itu, kami sudah mengenal adat dan budaya sejak kecil sehingga menganggapnya dasar utama dalam menempuh pendidikan,” kata Kanjeng Nuky.

“Apakah sekolah dasar tersebut wajib bagi sahabat keraton atau hanya kesadaran saja?” tanya dia lebih lanjut.

Kanjeng Nuky lantas menceritakan, sekolah bagi para sentono itu letaknya di dalam Baluwarti. Dulu jika masyarakat ingin keluar dari lingkungan keraton harus siap merogoh biaya tinggi, sehingga mereka memilih memanfaatkan sekolah dasar keraton.

“Apalagi manusia Jawa zaman dahulu mementingkan akhlak dan adat yang utama karena sepandai apa pun kita, kalau tidak punya kedua itu percuma,” jawab Kanjeng Nuky.

Seiring berkembangnya zaman, Pendidikan Dasar Pamardi Putri tutup. Demikian pula SD Kasatriyan, kini juga diambang menghentikan proses belajar mengajarnya disebabkan kekurangan murid.

Sekadar informasi, pada 1990, SD Kasatriyan sudah mulai menerima perempuan dengan harapan tetap mendapatkan murid, namun hal itu belum juga membantu. Pada kesempatan tersebut, Kanjeng Nuky juga menyampaikan permintaan.

“Saya menggugah untuk yang ada di pusat atau yang bisa membantu memberikan suntikan kepada SD Kasatriyan supaya sekolah heritage ini bisa bertahan,” pintanya.

Kanjeng Nuky berharap SD Kasatriyan bisa tetap bertahan, bukan hanya karena peninggalan atau warisan, namun merupakan pendidikan dasar penting dan khas bagi masyarakat Jawa, khususnya kerabat keraton. (Arien Gita Maharani)