SEMARANG, solotrust.com - Komisi D DPRD Kota Semarang menyatakan dukungannya terhadap upaya mewujudkan Kota Semarang sebagai Smoke Free City atau kota bebas asap rokok. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Yayasan KAKAK (Kepedulian untuk Anak) di Ruang Komisi D DPRD Kota Semarang, Kamis (23/4).
Audiensi dipimpin Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Mualim, didampingi Wakil Ketua Sodri, Sekretaris Swasti Aswagati, serta anggota komisi Michael, Maftukah Wiwin, Dinda Ari Ayu, Tika Mantofani, Anang Budi Utomo, dan Syaiful Bahri.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Yayasan KAKAK, Soim Syahriyati, menyampaikan pihaknya terus membangun jejaring dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda hingga tokoh masyarakat guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat dan bebas dari paparan asap rokok.
"Kami terus melakukan penguatan jejaring dan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya agar tercipta kesadaran bersama bahwa lingkungan bebas asap rokok merupakan bagian penting dari perlindungan anak dan kesehatan masyarakat," ujar Soim.
Menurutnya, Kota Semarang telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam perlindungan anak dengan meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama. Namun, berbagai indikator pendukung masih perlu diperkuat agar capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemenuhan indikator kawasan tanpa rokok yang dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak.
"Pemenuhan indikator kawasan tanpa rokok menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Kota Semarang yang benar-benar ramah anak dan sehat bagi seluruh masyarakat," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, menyambut baik inisiatif yang diusung Yayasan KAKAK. Menurutnya, upaya mewujudkan Smoke Free City membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah daerah.
"Kami mengapresiasi langkah Yayasan KAKAK yang terus konsisten mengedukasi masyarakat. Mewujudkan kawasan bebas asap rokok bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat, dunia pendidikan, dan berbagai elemen lainnya," kata Mualim.
Ia menegaskan DPRD Kota Semarang siap mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak.
Melalui audiensi tersebut, kedua belah pihak berharap terjalin kolaborasi yang lebih kuat dalam mendorong kebijakan maupun implementasi kawasan tanpa rokok di berbagai ruang publik di Kota Semarang.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Semarang yang sehat, nyaman, dan ramah bagi generasi mendatang.
