Wisata perahu di kawasan Kalipepe bertabur warna-warni cahaya lampion. (Foto: Dok. solotrust.com/Diswa Aulia Putri)

SOLO, solotrust.com - Grebeg Sudiro 2026 yang digelar pada 12 Februari 2026 berlangsung meriah di Kota Solo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan menjelang Tahun Baru Imlek yang dipusatkan di kawasan Balai Kota Solo dan membentang hingga Pasar Gede.

Ratusan lampion warna-warni terpasang di sepanjang area balai kota menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto, terutama saat malam hari ketika cahaya lampion menyala indah dan menghadirkan suasana yang semarak.

Tak hanya suguhan visual, perayaan menjadi bagian dari tradisi Grebeg Sudiro ini juga diramaikan dengan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menghadirkan beragam produk lokal. Mulai dari kuliner khas Solo, jajanan tradisional, seluruh stan tampak dipadati masyarakat. Mereka begitu antusias berbelanja, sekaligus mendukung pelaku usaha kecil dan menengah.

Salah satu daya tarik utama dalam rangkaian acara tahun ini adalah wisata perahu di kawasan Kalipepe. Pengunjung dapat menikmati suasana sungai dengan menaiki perahu yang telah disediakan panitia.

Tiket wisata perahu dibanderol Rp15 ribu per orang dan Rp25 ribu untuk dua orang. Wisata perahu Kalipepe menjadi pengalaman berbeda, memberikan sensasi rekreasi air di tengah perayaan budaya yang berlangsung di pusat kota.

Selain itu, kemeriahan acara juga semakin terasa dengan hadirnya sejumlah cosplayer mengenakan berbagai kostum unik dan menarik. Penampilan mereka sukses mencuri perhatian pengunjung, khususnya anak-anak dan remaja yang tak melewatkan kesempatan untuk berfoto bersama.

Sejumlah pengunjung mengaku senang dengan konsep perayaan tahun ini, dinilai lebih variatif dan menarik. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahunnya untuk mempererat kebersamaan, sekaligus mendongkrak perekonomian warga melalui UMKM lokal.

Dengan perpaduan lampion memikat, bazar UMKM, wisata perahu, serta hiburan dari para cosplayer, Grebeg Sudiro tahun ini sukses menjadi magnet wisata dan hiburan bagi masyarakat Solo dan sekitarnya.

Grebeg Sudiro digelar setiap tahun ini tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya perpaduan Jawa dan Tionghoa, namun juga menjadi pusat wisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Perayaan tahun ini berhasil menghadirkan suasana meriah, sekaligus meningkatkan kebersamaan warga Solo dan sekitarnya melalui berbagai kegiatan, mulai dari area balai kota hingga Pasar Gede.

Salah satu pelaku UMKM, Anis bilang, Grebeg Sudiro menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Terlebih, banyak sekali produk UMKM dijajakan di sekitar kawasan Pasar Gede saat malam hari.

“Acara ini menjadi daya tarik setiap event besar tahunan, sudah jadi tradisi. Banyak street food jajanan, mulai dari makanan tradisional sampai makanan kekinian," kata Anis kepada solotrust.com.

Salah satu pengunjung, Dea, menilai keberadaan bazar UMKM dalam rangkaian Grebeg Sudiro cukup membantu dalam memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat. Menurutnya, antusiasme warga terlihat jelas dari banyaknya pengunjung datang, baik untuk menikmati lampion maupun melihat berbagai stan bazar yang tersedia.

“Daya tariknya besar, banyak masyarakat antusias datang, entah untuk melihat lampion atau mengunjungi bazar,” ucapnya.

Sementara itu, mengenai wisata perahu Kalipepe, Dea menyebut wahana tersebut berpotensi menjadi daya tarik utama dalam perayaan ini. Pasalnya, wisata perahu hanya diadakan setahun sekali bertepatan dengan perayaan Imlek dan lampion, sehingga menjadi momen dinanti masyarakat.

“Perahu itu adanya setahun sekali saat ada Imlek dan lampion. Jadi mungkin masyarakat juga tertarik untuk naik perahu,” kata Dea.

*) Reporter: Rusida Kurnia Saputri/Diswa Aulia Putri