Universitas Surakarta (UNSA) melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat BEM Berdampak 2025 di Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

WONOGIRI, solotrust.com - Universitas Surakarta (UNSA) melaksanakan penyerahan mahasiswa dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat BEM Berdampak 2025 di Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah yang berlangsung intensif dari 20 hingga 22 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian, direncanakan berlangsung selama lebih kurang 40 hari, menunjukkan kolaborasi erat antara institusi pendidikan dengan masyarakat desa.

Kepala Desa Bulurejo, Sunarno, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para mahasiswa di wilayahnya. Sementara, ketua pelaksana kegiatan, sekaligus dosen dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin UNSA, Sugiyanto, mengatakan program ‘Pengabdian Masyarakat BEM Berdampak’ mengadopsi model berbeda dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) konvensional. Model ini memastikan kontinuitas program tanpa mengganggu studi mahasiswa. Salah satu fokus utama pengabdian ini adalah sektor peternakan dan pengelolaan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Sugiyanto menyerahkan bantuan dua unit mesin kepada kelompok peternak dan masyarakat Bulurejo, berupa mesin chopper dan mesin pengolah limbah kotoran ternak. Mesin chopper (pemotong pakan ternak) untuk memfermentasi dan mencacah pakan, sedangkan mesin pengolah limbah kotoran ternak untuk mengolah limbah kotoran menjadi pupuk, mengatasi masalah sisa makanan dan pencemaran lingkungan.

Wakil Presiden BEM UNSA, Nurul Aini menambahkan, hibah ini bertujuan ganda, yakni mencegah pencemaran lingkungan dan mendorong kemandirian serta kesejahteraan masyarakat Bulurejo.

Sinergi ini diharapkan bisa terus berlanjut dengan rencana mengajukan memorandum of understanding (MoU) alias nota kesepahaman antara UNSA dengan pemerintah Desa Bulurejo. Tujuannya menjadikan Bulurejo sebagai desa binaan utama atau mitra UNSA, sehingga permasalahan yang ada dapat ditangani dan didukung secara berkelanjutan oleh pihak kampus.

Di sektor kesehatan, bidan Desa Bulurejo, Kartika Nugraheni, menjelaskan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) rutin diadakan setiap bulan. Saat ini, layanan telah terintegrasi menjadi Integrasi Layanan Primer (ILP), mencakup pemeriksaan kesehatan dari bayi hingga warga lanjut usia (Lansia).

Layanan Posyandu ILP mencakup pengecekan berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tensi untuk dewasa/lansia, serta pengukuran antropometri untuk balita. Tersedia pula pemeriksaan gula darah gratis (subsidi desa) dengan opsi cek asam urat dan kolesterol berbayar.

Kendati demikian, Kartika Nugraheni menyoroti rendahnya antusiasme dan partisipasi warga, terutama dari kelompok remaja dan lansia. Kendala utamanya adalah akses dan kesibukan pekerjaan warga.

"Kalau untuk remaja sama lansia antusiasmenya masih kurang sebenarnya. Kendalanya mungkin ajakan ke masyarakatnya belum tembus. Harapannya antusiasme warga lebih ditingkatkan lagi biar agak ramai, biar sadar tentang kesehatannya masing-masing," bilang dia dalam siaran pers diterima solotrust.com, Senin (24/11/2025).

Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian Masyarakat Berdampak UNSA 2025 telah menorehkan kontribusi signifikan melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi fondasi kuat bagi Desa Bulurejo menuju kemandirian dan kesejahteraan.