Sabtu , 16 Januari 2021

Persemian Bantuan Pembuatan Sumber Air Bersih Bea Cukai Surakarta

26 November 2020 11:49 WIB


Bea Cukai Surakarta mengadakan kegiatan Customs Social Responsibility (CSR) di Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

BOYOLALI, solotrust.com-  Bea Cukai Surakarta kembali mengadakan kegiatan Customs Social Responsibility (CSR) di Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, berupa pembuatan sumber air bersih.

Kegiatan CSR ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian KPPBC TMP B Surakarta terhadap masyarakat yang masih mengalami kesulitan mengakses air bersih, terlebih pada musim kemarau.



Koordinasi pembuatan sumber air bersih ini memakan waktu 3 bulan, dibangun dalam waktu kurang lebih 2 minggu dan akhirnya pada Rabu (25/11/2020) Bea Cukai Surakarta meresmikan pembuatan air bersih tersebut.

Kegiatan peresmian sumber air bersih ini dihadiri oleh Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso, beserta pejabat eselon IV di lingkungan Kantor Bea Cukai Surakarta. Turut pula hadir Kepala Kecamatan Wonosegoro, Dharmadi, beserta jajaran Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan).

Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Bojong, Gatot Madyo, mengucapkan terima kasih dalam sambutannya atas bantuan sumur bor ini. Desa Bojong merupakan salah satu desa di Kecamatan Wonosegoro yang memiliki histori kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Dengan bantuan dari Bea Cukai Surakarta, diharapkan pembuatan sumber air bersih ini dapat menolong warga di sekitar Dusun Kliyo dan sekitarnya dalam mencari air bersih untuk pemanfaatan sehari-hari. Kegiatan peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.

Selain melakukan acara peresmian, Bea Cukai Surakarta juga mengadakan sosialisasai pengenalan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan ketentuan di bidang cukai terutama mengenai rokok ilegal.

“Dalam sosialisasi ini, Bea Cukai Surakarta ingin memberikan informasi kepada masyarakat awam mengenai bahaya dan dampak dari beredarnya rokok ilegal.” Kata Budi Santoso.

Modus peredaran rokok ilegal ini biasanya menyasar kepada masyarakat desa yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, karena dianggap tidak terkonfimasi mengenai informasi tersebut. Diharapkan dalam sosialisasi ini dapat tercipta kerja sama antara masyarakat khususnya di Dusun Kliyo dan Bea Cukai Surakarta dalam upaya menggempur peredaran rokok ilegal.

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com