Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memicu kontroversi dengan mengunggah gambar peta AS mencakup Greenland, Venezuela, dan Kanada. (Foto: The Wall Street Journal/Truth Social Donald J. Trump)
Solotrust.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump lagi-lagi bikin heboh. Kali ini, presiden ke-47 Negeri Paman Sam itu memicu kontroversi dengan mengunggah gambar peta AS mencakup Greenland, Venezuela, dan Kanada.
Dalam serangkaian unggahan di platform Truth Social miliknya pada Selasa (20/01/2026) pagi waktu setempat, Trump memperlihatkan foto dirinya duduk di Ruang Oval dikelilingi para pemimpin Eropa, di antaranya Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Sementara di sisi kirinya ada gambar peta berbendera AS.
Melansir The Wall Street Journal, foto itu tampaknya telah diedit, menunjukkan Greenland, Kanada, Venezuela, dan Kuba yang ditumpangkan dengan bendera AS. Trump lalu mengunggah gambar hasil editan lain, memperlihatkan dirinya menancapkan bendera di Greenland.
Unggahan itu, tak ayal bikin Venezuela meradang. Melansir Reuters, pemerintah Venezuela langsung menyerukan warganya untuk mengunggah peta resminya di media sosial sebagai ‘tindakan simbolis’ setelah Presiden AS Donald Trump memposting gambar yang diedit, menunjukkan bendera AS di atas Venezuela, Kanada, dan Greenland.
"Mengingat situasi ini, Venezuela menyerukan kepada semua warga negara untuk mengambil tindakan simbolis secara bersatu, dengan tujuan mempertahankan integritas teritorial dan melawan disinformasi," kata pemerintah Venezuela dalam sebuah pernyataan.
Pemerintah Venezuela meminta warganya untuk memposting di media sosial peta resmi Venezuela yang mencakup Esequibo, sekitar dua pertiga dari Guyana, meskipun wilayah ini tidak diakui oleh negara besar mana pun, termasuk PBB.
Sejak serangan AS terhadap Caracas pada 3 Januari 2026, ketika AS menangkap Presiden Nicolas Maduro, pemerintahan Trump bilang, mereka berencana ‘mengelola’ Venezuela dan bekerja sama dengan wakil presiden Maduro serta pengganti sementara, Delcy Rodriguez.
Kendati mengecam serangan di dalam negeri yang menurut otoritas Venezuela menewaskan seratus orang, Rodriguez mengatakan ia berencana untuk menempuh jalur diplomatik dengan AS. Pihaknya juga menyetujui kesepakatan di mana pendapatan minyak Venezuela disalurkan ke rekening bank yang dikendalikan AS.
Sementara itu, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan dirinya tak akan meninggalkan Greenland. Frederiksen bilang, karena Trump tak mengesampingkan penggunaan militer, ia pun tidak akan melakukannya.
Di lain pihak, Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyebut apa yang telah dilakukan Donald Trump dengan mengunggah gambar peta AS di media sosial merupakan tindakan tidak pantas.
"Kami telah melihat berbagai hal yang dikatakan di media sosial, itu tidak sopan," kata Jens-Frederik Nielsen pada konferensi pers di Nuuk.
"Adapun yang kami prioritaskan dari pihak Greenland adalah bahwa kita tidak boleh berdialog melalui media sosial, kita harus melakukannya melalui saluran yang tepat," tambahnya.
