Ruang Cerita Ibu bertajuk Menghidupkan Cinta, Peran, dan Perjalanan Menjadi Ibu yang digelar Griya Litera Solo Pos, Jumat (23/01/2026)
SOLO, solotrust.com - Sebanyak 50 perempuan rentan dari lima kecamatan di Kota Solo mengikuti kegiatan Ruang Cerita Ibu. Acara bertajuk Menghidupkan Cinta, Peran, dan Perjalanan Menjadi Ibu digelar Griya Litera Solo Pos, Jumat (23/01/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dengar bagi para ibu dan perempuan untuk berbagi cerita, saling terhubung, serta menguatkan satu sama lain melalui pengalaman hidup masing-masing. Acara ini menghadirkan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany G Akmalaputri, serta Founder and Director FHD Motivation sekaligus Ketua Forum Perempuan Berdaya Kota Solo KRAy Febri H Dipokusumo.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani menyampaikan, Ruang Cerita Ibu menjadi bukti para perempuan tidak berjalan sendiri dalam perjuangannya. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu kepala keluarga hingga pejuang usaha mir\kro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tengah berjuang menopang kehidupan keluarga.
“Hari ini kita melihat ibu-ibu yang sedang berjuang di jalannya masing-masing. Lewat Ruang Cerita Ibu ini, kita tidak merasa sendiri karena ada ruang bersama bagi perempuan untuk saling mendukung,” ujanya.
Astrid Widayani juga membagikan perjalanan hidup pribadinya sebagai bentuk motivasi agar para ibu tidak mudah menyerah. Menurutnya, pemerintah Kota Solo menjadikan pemberdayaan perempuan sebagai prioritas, termasuk melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
“Masih banyak ibu-ibu di Solo yang berjuang sendiri, menyekolahkan anak, sekaligus mengembangkan usaha. Program seperti ini menjadi bagian dari upaya kami merangkul kondisi di akar rumput,” tambahnya, seraya mengapresiasi dukungan PT PLN dalam mendukung mimpi dan cita-cita perempuan di Kota Solo.
Sementara itu, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany G Akmalaputri menjelaskan, kegiatan ini sejalan dengan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar Srikandi BUMN terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.
“Dulu Srikandi BUMN fokus ke internal, sekarang kami diminta turun langsung ke masyarakat. Antusiasme ibu-ibu hari ini luar biasa. Terasa sekali semangat women support women di sini,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, PLN tidak hanya menghadirkan ruang berbagi, namun juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta per orang untuk modal kerja. Bantuan ini diharapkan dapat membantu perempuan mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi kesungguhan. Dari tulisan-tulisan mereka, terlihat banyak hal bisa dilakukan dengan bantuan ini,” jelas Arsyadany G Akmalaputri.
Founder FHD Motivation sekaligus Ketua Forum Perempuan Berdaya Kota Solo, KRAy Febri H Dipokusumo, mengatakan program Ruang Cerita Ibu merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pengembangan diri, dikemas dengan pendekatan healing dan penguatan spiritual.
“Kami membawa 50 perempuan rentan untuk didampingi bersama perempuan profesional dari berbagai latar belakang agar semua melepas status sosial dan kembali pada peran sebagai perempuan dan ibu,” jelasnya.
Febri H Dipokusumo menambahkan, ibu merupakan tonggak penting dalam melahirkan generasi masa depan Indonesia. Melalui sesi refleksi diri, meditasi, menulis, hingga healing, peserta diajak menyadari nilai diri, bersyukur, dan menyalurkan emosi secara sehat.
“Skill dan knowledge tidak ada artinya tanpa sikap. Kami ingin menyeimbangkan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam agar perempuan bisa kembali bersinar,” tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal penguatan perempuan di Kota Solo, sekaligus inspirasi bagi daerah lain untuk menghadirkan ruang aman dan suportif bagi ibu dan perempuan Indonesia. (add)
