Para kader terbaik NU usai acara Halal bi Halal Nahdlatul Ulama Kabupaten Karanganyar bertema Menuju Digdaya di Abad Kedua di Pendopo RM Said Karanganyar, Jumat (26/04/2024)

KARANGANYAR, solotrust.com - Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karanganyar mengumumkan lima nama kader terbaiknya yang patut didukung dalam bursa pencalonan bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024. 
 
Mereka adalah Paryono (anggota DPR RI), Ilyas Akbar Almadani (Ketua DPD Golkar Karanganyar), Dwi Susilarto (Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Soloraya), Sulaiman Rosyid (Ketua DPC PKB Karanganyar), dan Arief Setyoko (Dirut RSUD Karanganyar). 
 
Kader-kader terbaik ini, satu per satu gambar diri mereka ditayangkan di layar LCD di pendopo rumah dinas bupati Karanganyar saat berlangsung Halal bi Halal Nahdlatul Ulama Kabupaten Karanganyar bertema Menuju Digdaya di Abad Kedua, Jumat (26/04/2024). 
 
Dalam sambutannya, Ketua PCNU, KH Nuril Huda, menyebutkan Paryono di awal mengumumkan nama-nama tersebut. Sosok ini bukan wajah baru di kalangan nahdliyin Kabupaten Karanganyar. 
 
"Pak Paryono pernah menjabat sebagai wakil bupati Karanganyar. Jika naik lagi jadi bupati, tidaklah aneh," ucapnya
 
Tampilan layar berganti ke gambar diri Ilyas Akbar Almadani. KH Nuril Huda mengatakan NU memiliki kedekatan dengan Ilyas Akbar Almadani dan keluarganya. Apalagi Siti Khomsyah, ibunda Ilyas Akbar Almadani adalah sosok penting di Fathayat NU Karanganyar. 
 
Sementara, Dwi Susilarto di organisasi NU Karanganyar memiliki rekam jejak bagus. Pria saat ini menjabat penasihat PC Anshor itu berkiprah di organisasi NU selama lebih dari satu dekade. 
 
Adapun Sulaiman Rosyid memperjuangkan visi dan misi NU di kancah politik. Ia berhasil membawa kadernya duduk di kursi parlemen. 
 
Terakhir, Arief Setyoko yang merupakan Wakil Ketua I PCNU Karanganyar juga berpengalaman di bidang manajerial di Dinas Kesehatan dan RSUD. 
 
"Turut berbangga jika kader NU dipercaya memimpin Karanganyar. Mekanisme pencalonannya lewat partai politik (Parpol). NU nggak bisa nyalonin," kata KH Nuril Huda. 
 
Pihaknya menambahkan, siapa pun dari lima kader NU direstui para kiai untuk mencalonkan diri sebagai bupati bakal didukung warga nahdliyin. KH Nuril Huda menyebut 300 ribu lebih warga NU Karanganyar tak boleh dipandang sebelah mata. 
 
Menurutnya, sekarang saatnya mewujudkan NU digdaya di abad kedua melalui peran serta kader terbaiknya. Dalam halal bi halal NU Karanganyar, ia mengatakan tak memungkiri warga nahdliyin berada di partai politik, namun menyanggah NU milik parpol tertentu. 
 
"NU berjarak dan punya kedekatan sama dengan parpol. Tidak ada parpol yang diistimewakan. Tujuan NU memajukan Karanganyar dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," papar KH Nuril Huda. 
 
Sementara itu, Arief Setyoko mengaku siap mengundurkan diri dari aparatur sipil negara (ASN) apabila didaulat NU untuk maju mencalonkan sebagai bupati Karanganyar.
 
"Perintah para kiai wajib dipatuhi. Ini keharusan sebagai kader NU yang patuh. Risikonya memang itu dan wajib mundur dari ASN," ungkapnya.
 
Di lain pihak, Dwi Susilarto memandang NU harus tampil lebih unggul dengan membawa kadernya di posisi kepala daerah. 
 
"Kader NU harus siap berpolitik. Momen pilkada inilah saatnya," kata dia. 
 
Sementara itu, Sulaiman Rosyid yang Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) justru menpersilakan nama-nama disebut itu untuk mendaftar ke partainya dan pasti akan diteruskan untuk dicalonkan. PKB memiliki lima kursi di DPRD, nanti akan dikomunikasikan dengan partai lain. 
 
"Silakan para kader terbaik untuk ikut kontestasi dalam pilkada mendatang di Kabupaten Karanganyar," pungkasnya. (joe)