Selasa , 7 April 2020

Bedah Lagu Black Swan BTS: Ketika 7 Bintang Populer Hadapi Shadow dalam Batin Mereka

22 Januari 2020 08:06 WIB


BTS saat peluncuran "Connect, BTS" (Dok. Big Hit Entertainment)

Solotrust.com - Setelah Persona, BTS mengeksplor tema Shadow dalam albumnya "Map of the Soul: 7". Salah satu lagunya yang berjudul "Black Swan" sudah dirilis pada 17 Januari 2020, disertai dengan video seni yang ditampilkan 7 penari dari MN Dance Company. MV "Black Swan" yang menampilkan BTS pun sudah diunggah di channel Big Hit.

Menurut siaran pers Big Hit, sebagaimana dikutip dari Billboard, lagu itu berfungsi sebagai "pengakuan seorang seniman yang benar-benar belajar apa arti musik bagi dirinya sendiri."



Dikutip dari sumber lain yakni Yonhap, menurut Big Hit, lagu ini membandingkan momen menakutkan dari akhir sebagai seorang seniman yang bersembunyi di dalam anggota BTS dengan "black swan". Ketika para anggota menemukan "black swan" di dalam diri mereka, hal itu justru membangkitkan mereka pada nilai dan makna sejati musik.

Sementara itu, dikutip dari JoongAng Daily, menurut Big Hit, ide dari "Black Swan" adalah “facing one’s inner shadows” atau menghadapi shadow dalam batin seseorang.

Sebelumnya, BTS melalui Suga dalam "Interlude: Shadow" telah mengungkapkan bahwa mereka harus bergulat dengan shadow/bayang-bayang yang sangat intens, sebagai efek dari popularitas mereka yang sangat luar biasa.

Sebelum lebih jauh tentang ini, perlu diketahui dulu bahwa seri album "Map of the Soul" terinspirasi dari struktur kepribadian dari psikolog Carl Gustav Jung. Jung membagi struktur kepribadian manusia menjadi tiga bagian yakni conscious (kesadaran/ego), personal unconsciousness (ketidaksadaran personal) dan collective unconsciousness (ketidaksadaran kolektif).

Ketidaksadaran kolektif berisi ingatan laten tentang hal-hal yang diwariskan dari masa lampau leluhur, dan ketidaksadaran kolektif semua orang relatif sama. Persona, shadow, anima/animus, dan the self merupakan jenis ketidaksadaran kolektif.

Shadow sendiri adalah ketidaksadaran kolektif lain yang berarti sisi gelap yang disembunyikan dari seseorang. Shadow berisi insting primitif dan negatif yang secara religius maupun sosial tidak diapresiasi, misalnya kemarahan, rasa iri dan keserakahan.

Dr. Murray Stein, penulis buku "Jung's Map of the Soul" yang menyampaikan pengetahuan dasar tentang pemikiran Jung mengatakan

bahwa persona memiliki hubungan simetris dengan shadow. Shadow adalah contoh kasus dimana diri ini tidak sadar dan berurusan dengan hal-hal tidak mengenakkan yang diikuti oleh konflik moral dan perilaku egois tanpa mengetahui dirinya sendiri. Tapi shadow ini bukanlah kejahatan.

"Interlude: Shadow" diawali dengan aspirasi untuk menjadi seorang bintang besar. Namun, ketika itu terwujud, mereka harus bergulat dengan apa yang disebut "shadow", bayang-bayang yang menyiksa seperti rasa sepi dan kesendirian ketika berada di puncak ketenaran.

Meski begitu, mereka menyadari jika ketenaran dan kesendirian adalah sepaket, tidak dapat dipisahkan. Keduanya adalah satu kesatuan, sehingga berdamai dengannya adalah solusi untuk membuat semuanya menjadi mudah

Dalam sesi wawancara dengan media saat BTS akan menggelar konser stadium di Wembley Juni tahun lalu, RM pun pernah berbicara mengenai Shadow, yang intinya kurang lebih sama dengan apa yang dibawakan Suga dalam "Interlude: Shadow", yakni penerimaan terhadapnya.

Salah satu pertanyaan yang diajukan kala itu adalah bagaimana mereka bekerja dengan kreatif di tengah jadwal yang gila, karena BTS pernah mengatakan bahwa semua di sekeliling mereka bergerak sangat cepat dan kadang sangat berlebihan.

"Ini adalah pertanyaan yang sangat besar dan sekaligus penting. Ini adalah tentang bagaimana kami akan bertahan dan bagaimana kami menghadapi keberadaan kami sendiri. Saya mengatakan pada tahun 2018, 'Ketika kamu tumbuh dewasa, bayangan (shadow)mu menjadi lebih panjang'. Jika saya bertambah tinggi, bayangan saya menjadi lebih panjang. Saya pikir itu seperti itu," kata RM.

Leader BTS itu melanjutkan, "Banyak reporter bertanya kepada kami bagaimana kami menangani dan mengatasi kesulitan dan semua hal penting lainnya. Saya selalu menjawab bahwa tidak ada yang bisa diatasi. Kami hanya harus berteman dengan bayangan kami sendiri."

"Terkadang itu terlalu banyak, terlalu sulit dan terlalu besar untuk kami. Untuk hidup dan bertahan sebagai artis dan sebagai manusia yang mencoba untuk lebih mencintai diri sendiri, kami perlu berteman dengan bayangan (shadow) kami," kata RM.

Lalu, apa kaitannya Shadow ini dengan Black Swan? "Black Swan" secara lebih dalam seperti mengejawantahkan pergulatan shadow dalam batin 7 anggota BTS yakni RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook.

"Black Swan" terinspirasi dari Martha Graham, penari dan koreografer modern Amerika legendaris. Quote darinya yakni "A dancer dies twice – once when they stop dancing and this first death is the more painful" yang terjemahannya adalah "seorang penari meninggal dua kali - sekali ketika mereka berhenti menari dan kematian pertama ini lebih menyakitkan", yang menjadi pembuka video seni "Black Swan".

Melalui "Black Swan", BTS seperti menunjukkan ego mereka sebagai seniman yang juga harus menghadapi fakta bahwa shadow dalam batin mereka amatlah menyakitkan.

Ego sendiri adalah jiwa sadar yang terdiri dari persepsi-persepsi, ingatan, dan pikiran-pikiran sadar. Ego merupakan bagian manusia yang membuat dia sadar terhadap dirinya. Aktivitas kejiwaan yang ada dalam dimensi kesadaran misalnya berpikir (thinking) dan merasakan (feeling).

Dalam liriknya, BTS sebagai seniman yang berkecimpung di bidang musik secara sadar menggambarkan perasaan takut apabila cinta mereka kepada musik hilang, akibat shadow yang begitu intens dalam batin mereka.

Hal ini digambarkan dalam lirik di bagian awal lagu yakni "Jantung tidak lagi berdetak kencang ketika mendengarkan musik diputar. Sepertinya waktu telah berhenti. Oh, itu akan menjadi kematian pertamaku, yang selalu aku takutkan. Jika ini tidak bisa lagi beresonansi, tidak lagi membuat hatiku bergetar, maka seperti inilah mungkin aku mati di kematian pertamaku. Tetapi bagaimana jika saat itu tepat terjadi sekarang? Tidak ada lagu yang mempengaruhiku lagi, berteriak dalam keheningan," demikian lirik yang dibawakan Suga, RM, dan Jimin.

Mengapa BTS bisa merasa takut kehilangan cintanya pada musik? Popularitas yang sangat besar sebanding dengan shadow yang juga sangat besar, sehingga ini mungkin membuat mereka lelah dan kehilangan passion pada musik itu sendiri.

Popularitas yang berlebihan mempunyai efek seperti kesepian, kesendirian, dan ketakutan berada di puncak, sehingga seperti terjadi pertentangan antara ego mereka sebagai seorang seniman yang harus melakukan "thang/thing"nya dengan shadow berupa ketakutan yang siap menelan mereka, yang efek selanjutnya mereka bisa berhenti menyanyi/membuat musik.

Jika dalam "First Love", lagu solo Suga dalam album "Wings" ia mengatakan piano/musik adalah cintanya, maka dalam Black Swan (di lirik awal), cinta itu tergambar redup, berubah menjadi ketakutan, dan bahkan bisa hilang sekarang juga, yang itu akan menjadi kematian pertama yang selalu mereka takutkan sebagai seorang seniman.

Dalam lirik selanjutnya, yang dinyanyikan V, terlihat bahwa mereka ingin melarikan diri dari situasi itu.  "Detak jantung berdetak lambat di telingaku (bump bump bump), Coba melarikan diri tetapi kembali ke rahang (lompat lompat)," hingga akhirnya sampailah mereka di lautan yang sepi ("laut dimana semua cahaya diam"), sebagai penggambaran kesuksesan tanpa kebahagiaan.

BTS merilis hidden track "sea" pada tahun 2017. Lirik dalam "Black Swan" ini terlihat menghadirkan arti baru. Dalam "sea", BTS menggambarkan kesuksesan sebagai laut dan gurun sebagai kegagalan. Namun dalam "Black Swan", definisi itu seperti terlampaui. Meski laut di permukaan disinari cahaya, namun jika kita berada lebih dalam, bahkan ke dasarnya, cahaya tidak dapat masuk. Suasananya adalah gelap, sepi, dan sunyi, selaras dengan efek dari popularitas mereka yang makin dalam (makin besar).

Mereka memang mendapati kesuksesan yang amat luar biasa sekarang, tetapi itu sebagai sesuatu yang justru gelap dan menimbulkan ketakutan akan hilangnya cinta mereka pada musik itu sendiri, yang sebenarnya adalah passion atau hal yang mereka cintai.

Mereka yang digambarkan terjun semakin dalam terlihat pula dalam lirik selanjutnya, yang dibawakan Jimin, Jin, Jungkook, dan V. "Kakiku yang mengembara, setiap kebisingan dan suara terputus. Tenggelam perlahan-lahan seperti kesurupan. Berjuang, tapi itu semua adalah dasar laut."

Lirik J-Hope juga seperti menggambarkan bahwa mereka terus tenggelam, namun mereka ternyata tidak diam saja, mereka memberontak, yakni "Lebih dalam. Ya aku pikir akan lebih dalam. Aku terus kehilangan fokus. Tidak, lepaskan aku, biarkan kakiku sendiri yang menggendongku."

Lagu ini kian dramatis karena BTS justru meminta realitas yang begitu dingin ini, yang harus dihadapi sebagai seorang seniman ini agar difilmkan, seakan ingin agar semua orang tau tentang apa yang mereka rasakan saat ini.

Dalam perjalanan ke dasar batin ini, yang seperti tenggelam ke dasar lautan, mereka akhirnya justru bisa melihat diri mereka sendiri yang terdalam, terlihat dalam lirik J-Hope, "Saya akan masuk sendiri. Di kedalaman terdalam. Saya melihat diri saya sendiri."

Tidak justru dilahap oleh shadownya, mereka justru menjadi sadar akan peran meraka sebagai musisi dan harus berjuang di jalan mereka. Terlihat dalam lirik Suga, "Perlahan, saya membuka mata. Saya di ruang kerja saya, ini studio saya. Ombak pergi dengan suram. Tapi saya tidak akan pernah diseret lagi. Di dalam, saya melihat diri saya sendiri."

Ya, meskipun paruh pertama lagu ini penuh dengan ketakutan, namun di akhir lagu mereka menyatakan tidak akan membiarkan shadow itu menguasai mereka. Mereka akan melawannya, bahkan digambarkan jika harus dengan teriakan yang ganas.

Ini terlihat dari lirik Jin dan Jungkook, yangmana jantung mereka yang diawal tadi digambarkan berdetak lemah kini sudah berdetak kencang. Mereka sudah sadar akan peran mereka. "Tidak ada yang bisa melahapku. Saya berteriak dengan ganas," demikian liriknya.

Sesuai dengan keterangan Big Hit di awal, ketika 7 anggota BTS menemukan black swan, yang semacam manifestasi shadow dalam diri mereka, hal itu justru membangkitkan mereka pada nilai dan makna sejati musik.

BTS menjadi sadar bahwa menjadi musisi atau orang yang cinta pada musik (dengan menyanyi dan membuat lagu), sebagaimana halnya penari cinta pada menari, adalah peran mereka. Sehingga, betapapun beratnya, mereka akan mempertahankan apa yang menjadi "thang/thing" mereka, karena jika mereka berhenti, maka mereka akan menghadapi kematian pertama, yang justru lebih menyakitkan, seperti quote dari Martha Graham. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com