Selasa , 31 Maret 2020

Mahasiswa KKN UGM Beri Penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Desa Sruni, Boyolali

7 Februari 2020 07:58 WIB


Mahasiswa klaster medika KKN-PPM UGM Unit JT-261 Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali melakukan penyuluhan tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RT 03 Desa Sruni. (Dok. Humas UGM/Gloria).


Solotrust.com - Lima mahasiswa klaster medika KKN-PPM UGM Unit JT-261 Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali melakukan penyuluhan tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RT 03 Desa Sruni, sebagaimana dilansir dari laman humas UGM, Rabu (5/2/2020).



Tempat pelaksanaan penyuluhan tersebut dipilih berdasarkan adanya laporan kasus demam berdarah di RT tersebut.

Pelaksanaan program ini dilakukan selama beberapa hari. Pada tanggal 15 Januari 2020, mahasiswa bersama Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dari Puskesmas Musuk terlebih dahulu melakukan survei di daerah sekitar rumah warga yang terjangkit demam berdarah.

“Hasil dari survei, 9 dari 10 rumah yang kami datangi memiliki penampungan air yang terdapat jentik-jentik nyamuk,” ungkap Wahyu selaku Koordinator P2P Puskesmas Musuk yang turut hadir dalam survei.

Setelah melakukan survei, pada hari berikutnya mahasiswa bersama Sanitarian dan Bidan Desa Sruni dari Puskesmas Musuk memberikan penyuluhan tentang PSN di RT tersebut.

Dalam penyuluhan tersebut, materi yang disampaikan meliputi gerakan 3M-Plus, juru pemantau jentik atau jumantik, dan pengetahuan tentang penyakit demam berdarah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin menguras dan menutup penampungan air, dan mencegah terjadinya genangan air di sekitar rumah. Untuk penampungan air yang cukup besar, warga diimbau untuk memberikan ikan pemakan jentik nyamuk,” terang Wahyu.

Mahasiswa juga memberikan penyuluhan PSN kepada Perkumpulan PKK Desa Sruni di Balai Desa Sruni pada tanggal 30 Januari 2020 serta membagikan stiker berisi poster materi gerakan 3M-Plus dan tabel pemantauan jentik nyamuk.

“Masyarakat dapat menempelkan stiker tersebut di depan rumah. Setiap rumah diharapkan memiliki satu anggota keluarga sebagai juru pemantau jentik atau jumantik yang bertugas memantau ada atau tidaknya jentik nyamuk di dalam dan di luar rumah, kemudian dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil pemantauan,” ujar Dirga Nugraha selaku Koordinator Mahasiswa Klaster Medika.

Menurt Dirga, penyuluhan tentang PSN penting untuk dilakukan mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan sehingga kemungkinan besar akan muncul genangan-genangan air di sekitar rumah yang dapat menjadi sarang nyamuk.

Di samping itu, kasus Demam Berdarah (DB) juga telah muncul, sehingga diharapkan kasus DB nantinya dapat ditanggulangi dan jumlah kejadiannya tidak bertambah. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com