Kamis , 16 Juli 2020

BMKG: Gempa Sukabumi Dipicu Sesar Aktif

11 Maret 2020 12:03 WIB


Bangunan ambruk akibat gempabumi yang melanda wilayah Sukabumi pada Selasa (10/03/2020) pukul 17.18.04 WIB (Dok. Istimewa/Instagram-@zulhendribasriii)

JAKARTA, solotrust.com - Gempa tektonik M=5,1 mengguncang wilayah Sukabumi pada Selasa (10/03/2020) pukul 17.18.04 WIB dipicu aktivitas sesar aktif. Hasil analisis menunjukkan gempa ini diakibatkan aktivitas slip atau pergeseran blok batuan kulit bumi secara tiba-tiba.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, menyampaikan dari bentuk gelombang gempa (waveform) tampak jelas adanya gelombang gesernya (shear) cukup nyata dan kuat. Selisih waktu tiba catatan gelombang P (pressure) dan S (shear) hanya enam detik, menunjukkan gempa ini merupakan jenis gempa lokal (local earthquake).



"Gempa semacam ini biasa dikenal sebagai gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif. Titik episenter gempa ini terletak pada koordinat 6,81 LS dan 106,66 BT, tepatnya di darat berlokasi di wilayah Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi," imbuh Rahmat Triyono dalam siaran persnya, Rabu (11/03/2020).

Lokasi stasiun seismik terdekat pusat gempa yang mencatat gempa ini adalah stasiun seismik Palabuhan Ratu dengan kode PJSM. Stasiun seismik ini adalah stasiun monitoring gempa yang baru saja dibangun BMKG pada 2019. Keberadaan sensor seismik baru ini memiliki andil dalam menambah akurasi parameter gempa hasil analisis BMKG.

Rahmat Triyono menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault). Berdasarkan kondisi geologi dan tataan tektonik di wilayah Jawa Barat bagian Selatan ada dugaan sesar ini memiliki pergeseran ke kiri (left lateral). Dengan melihat peta zonasi sumber gempa di wilayah Jawa Barat tampak lokasi episenter gempa berada di zona Sesar Citarik.

"Zona sumber gempa sesar aktif ini berada di sebelah Barat Sesar Cimandiri, namun berada di sebelah Timur zona sumber gempa Kluster Bogor yang aktif memicu rentetan gempa swarm berpusat di Kecamatan Nanggung, Bogor pada Agustus 2019," ungkapnya.

Catatan sejarah gempa di wilayah ini menunjukkan pada tahun 1900 di wilayah Cisaat dan Gandasoli Sukabumi pernah dilanda gempa kuat dan merusak. Gempa saat itu selain merusak permukiman, juga merusak Stasiun Cisaat dan Gandasoli Sukabumi. Selanjutnya di wilayah ini kembali terjadi gempa kuat dan merusak yang populer dengan nama Gempa Gandasoli pada 1982. 

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com