Selasa , 24 November 2020

Begini Cara Jaga Kualitas Udara di Rumah Selama Pandemi Corona

9 April 2020 22:01 WIB


Ilustrasi.


JAKARTA, solotrust.com- Wabah virus corona memunculkan imbauan untuk tetap tinggal di rumah. Namun ada yang perlu diperhatikan selama di rumah saja.



Udara segar di rumah sangat penting untuk dijaga selama beraktivitas di dalamnya akibat pandemi COVID-19. Dikutip dari The Guardian, berikut beberapa kiat menjaga kualitas udara di rumah selama pandemi.

Buka jendela rumah Ini adalah solusi yang jelas, tetapi efektif untuk menjaga kualitas udara di rumah. "Udara segar bukan musuh, buka jendela," kata Dr. Appelles Econs, spesialis alergi di Klinik Burghwood.

Menurutnya, menutup jendela sepanjang hari akan memungkinkan bahan kimia dan alergen menumpuk di dalam. Bahkan, jika tinggal di kota yang memiliki polusi udara yang cukup tinggi, Anda harus membuka jendela dari waktu ke waktu.

"Anda tidak ingin terjebak di rumah tanpa ventilasi sepanjang hari," kata Dr. Paul Young dari Universitas Lancaster.

Lebih lanjut, ia mengatakan membuka jendela di malam hari ketika lalu lintas di luar berkurang bisa menjadi pilihan yang baik.

 

Tanaman di dalam rumah ternyata kurang efektif.

Penelitian oleh NASA pada 1980-an menemukan bahwa tanaman menghilangkan polutan beracun dari udara. Namun, penelitian ini dilakukan di lingkungan tertutup, mirip dengan kondisi di ruang angkasa. Di Bumi, tanaman akan meningkatkan kualitas udara, tetapi tidak terlalu berdampak.

"Tidak ada efek yang berarti pada kualitas udara karena rumah tidak sepenuhnya merupakan lingkungan kedap udara, selalu ada udara yang masuk dari luar," kata Prof. Pawel Wargocki dari Universitas Teknik Denmark.

 

Minimalkan polutan di rumah

"Saat memasak, pastikan menyalakan kipas ventilator dan jangan merokok di dalam rumah karena asap bisa bertahan lama di dalam," kata Young.

 

Pertimbangkan material yang digunakan

Lantai kayu, bukan karpet, dapat meningkatkan kualitas udara. "Banyak karpet dibuat tetap segar dengan formaldehida. "Sebagai perbandingan, lantai kayu lebih baik," kata Econs.

Tungau debu dapat hidup dalam perabotan lembut, seperti bantal dan kasur. Butiran feses yang mereka hasilkan dapat memicu gejala seperti alergi.

"Dapatkan penutup matras penghalang yang dapat membantu mencegah tungau debu hidup di kasur," katanya.

 

Waspadai kelebihan air

Faktor terbesar yang mempengaruhi kualitas udara di rumah tangga Inggris adalah kelembaban dalam ruangan. Minimalkan kelembaban dengan ventilasi. Setelah mandi, hilangkan kelembaban setempat dengan menyeka permukaan dan menyalakan kipas ekstraktor kamar mandi. Dan ketika mencuci pakaian, cobalah mengeringkannya di luar jika memungkinkan atau setidaknya di ruang yang berventilasi baik. #teras.id

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com