Jumat , 4 Desember 2020

Cerita Wilandini Diserbu Orderan Fiktif Ojol hingga Rp1,65 Juta

12 April 2020 00:31 WIB


Pesanan makanan yang diantar pengemudi ojek online (Foto: Instagram/Dok. Istimewa)

Solotrust.com - Apa jadinya jika seseorang tidak memesan makanan via ojek online (Ojol), namun tiba-tiba diantarkanlah makanan itu ke rumah? Pastinya orang yang dituju akan merasa kaget. Lebih tidak mengenakannya lagi, ia harus membayar atas makanan yang tidak dipesannya.

Seperti dialami keluarga @wilandini yang kemudian diunggah akun Instagram @dramaojol.id, Rabu (08/04/2020) lalu.



“Ada abang Grab dateng ke rumah anterin KFC, padahal orang rumah nggak ada yang pesen,” demikian tulisan yang tertera di foto unggahan akun @dramaojol.id.

“Ya seneng dong kirain secret admirer, taunya tu Grab dibayar tunai (udah kayak mas kawin), jadi artinya dia ditipu. Karena kasian banget sama abangnya, akhirnya digantilah uangnya. Jujur yang dipesen aneh-aneh kayak perkedel dan soup. Jumlahnya Rp230 ribu atas nama Alohot pesan jam 3,” lanjut tulisan yang ada di foto pertama dan diduga ditulis akun @wilandini.

Bukan hanya sekali, ternyata keluarga @wilandini berkali-kali menerima kiriman makanan dari pemesan misterius dengan nama Alohot. Di foto kedua juga tertulis pesanan berikutnya datang.

“Ini bapak yang anter Hokben, totalnya Rp350 ribu. Kami mau ganti lagi takutnya tu orang yang pesen kesenengan karena kami ganti mulu. Jadi kami pikir-pikir lagi pas mau ganti dan dia bilang ‘Mba saya pulang aja, makanannya saya kasih ke panti asuhan, mungkin saya kurang amal.’ Gila nggak lo gimana perasaannya jadi gue? Ya nangis,” tulis akun @wilandini di foto kedua.

“Terus nggak sampai 20 menit, ada abang Grab lagi. Kali ini pesanannya Burger King Rp230 ribu juga atas nama Alohot, pesennnya jam 3 juga. Gue nggak tahu siapa tu Alohot. Cuma ya jahat banget sih lu. Sekarang kalau ada abang Grab bawa makanan jadi deg-degan,” demikian tulisan yang tertera di foto ketiga.

Diungkapkan pula, Alohot sempat ditelepon pengemudi ojek online. Kali pertama telepon diangkat, namun dimatikan. Selanjutnya ditelepon lagi, namun tidak diangkat. Demikian pula saat dikirimi pesan berkali-kali juga tidak dibalas.

Tak berhenti sampai di situ, pesanan lagi-lagi datang hingga mencapai enam pesanan dari sekira pukul 15.00 hingga 20.00 dengan mengatasnamakan Alohot 2 pesanan, Rinaldi 2 pesanaan, dan Ari untuk 2 pesanan juga. Adapun total uang yang harus dibayarkan keluarga @wilandini mencapai Rp1,65 juta untuk pemesanan yang dia sendiri merasa tidak memesannya.

Sementara itu, mengutip sebuah sumber, menanggapi kejadian yang menimpa pelanggannya, pihak @grabid bergerak cepat dengan menindaklanjuti pelaporan atas kejadian itu. Pihak Grab langsung menonaktifkan semua pemesanan dengan akun fiktif tersebut dan melakukan blok lokasi untuk rumah Wilandini atas permintaan kakaknya, Anggi. Adapun untuk biaya yang telah dikeluarkan keluarga Wilandini, manajemen Grab sudah menukarnya dan melakukan pengusutan terhadap akun fiktif itu. (dd)

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com