Rabu , 14 April 2021

Para Penulis Dukung Standar Tinggi Tiga Serangkai Solo

8 April 2021 13:31 WIB


Gedung kantor Tiga Serangkai di Kota Solo.

SOLO, solotrust.com - Sejumlah penulis buku mata pelajaran PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri (Tiga Serangkai) Solo akhirnya buka suara terkait proses penerbitan buku pelajaran sekolah yang sempat jadi sorotan masyarakat. 

Penulis buku mata pelajaran (Mapel) Bahasa Inggris SD dan SMP, Djatmika mengungkapkan, setiap penulis wajib mengikuti seluruh ketentuan penulisan buku yang telah ditetapkan pemerintah, yakni dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.



"Aturannya sangat ketat dan jelas. Setiap penulis dan penerbit buku pelajaran sekolah wajib mengikuti ketentuan itu, termasuk menghindari adanya materi-materi pelajaran yang dilarang. Misalnya menyinggung SARA atau menyerang individu tertentu, sudah pasti materi seperti itu tidak akan lolos dalam proses editing," ungkapnya, Rabu (07/04/2021).

Menurut pengajar program Magister Linguistik di Universitas Sebelas Maret (UNS) ini, untuk menjadi penulis atau penyunting buku-buku sekolah tidak gampang. Setiap penulis wajib lulus sertifikasi dari pemerintah. Proses editing juga melibatkan editor yang wajib mendapatkan sertifikasi dari pemerintah.

"Kami sebagai penulis sadar betul bahwa buku-buku pelajaran untuk anak-anak sekolah adalah pondasi dan kunci kemajuan bangsa Indonesia di masa depan. Kami selalu mendukung prosedur ketat dan standar tinggi yang diterapkan Tiga Serangkai dalam menerbitkan buku-buku sekolah ini," tambahnya.

Penulis buku mapel Matematika, Supardjo menjelaskan, penulis buku pelajaran sekolah merupakan profesi penuh tantangan dan memiliki tanggung jawab besar. Sebab, materi buku-buku yang diterbitkan akan menjadi acuan dan referensi dari jutaan anak-anak sekolah di Indonesia. Setiap penulis selalu dituntut untuk terus meningkatkan kualitasnya agar materi yang disusun semakin mudah dipahami peserta didik.

"Ilmu pengetahuan akan terus berkembang, demikian juga dengan buku-buku pelajaran. Sebagai penulis kami punya tanggung jawab agar buku-buku yang diterbitkan membuat siswa semakin mudah memahami materinya. Inilah yang perlu dipahami tentang betapa penting dan strategisnya posisi penulis," jelas mantan kepala sekolah yang telah pensiun dari penulis Tiga Serangkai sejak 2010.

Sementara penulis mapel Geografi SMU, Sugiyanto mengungkapkan, para penulis menjadi bangga sebab jutaan anak sekolah dari SD hingga SMU dan sederajat, selama lebih dari 60 tahun telah menjadikan buku-buku Tiga Serangkai sebagai referensi di sekolahnya. Pasalnya, dengan ilmu yang dipelajari dari buku-buku pelajaran sekolah itulah kemudian lahir ribuan profesor dan doktor dari berbagai bidang akademik di Indonesia.

"Sebagai penulis bangga banget jika buku-buku yang kami tulis dan kemudian diterbitkan oleh Tiga Serangkai bisa melahirkan generasi top. Penulis buku sekolah ini adalah bagian penting dalam melahirkan generasi Indonesia yang berilmu dan berakhlak di masa depan," imbuh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS ini.

Sebelumnya Chief Executive Officer (CEO) PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Eny Rahma Zaenah menjelaskan, konsisten menerapkan standar kualitas tertinggi dari setiap produk buku yang diterbitkan menjadi kunci sukses perusahaannya tetap bertahan selama lebih dari enam dekade.

“Kami bersyukur selama lebih dari 62 tahun Tiga Serangkai berhasil melewati berbagai dinamika dan perubahan bangsa ini dan tetap fokus terhadap kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Kami juga memastikan bahwa setiap buku pendidikan yang kami terbitkan selalu mengikuti ketentuan dari pemerintah,” ungkap Eny Rahma Zaenah.

Setiap tahun, penerbit buku kebanggaan Solo ini telah menerbitkan lebih dari seribu judul buku pelajaran sekolah maupun pendamping. Saat ini Tiga Serangkai didukung lebih dari 3.300 penulis dan editor aktif yang telah memiliki sertifikasi pemerintah. Sejak berdiri pada 1959, diperkirakan lebih dari 40 ribu hingga 50 ribu judul buku dari berbagai latar belakang keilmuan telah diterbitkan Tiga Serangkai.

Eny Rahma Zaenah menegaskan, sebelum buku dicetak dan diterbitkan Tiga Serangkai, materi yang sudah disusun editor kembali diperiksa dan diuji tim pakar. Termasuk melibatkan para guru calon pengguna dari buku-buku sekolah. Bertahun-tahun proses itu dijalankan sangat ketat dengan standar kualitas terbaik.

"Tiga Serangkai akan selalu mengikuti ketentuan dan aturan pemerintah. Karena itu yang menjadi kunci kami terus bertahan dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia selama lebih dari 62 tahun ini," ujar Eny Rahma Zaenah. (rum)

(end2021)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com