Hard News

Jika Bertemu Ular Kobra Jangan Dibunuh, Atau Hal Ini Bisa Terjadi

Sosial dan Politik

23 Desember 2019 07:55 WIB

Ular kobra.


JAKARTA - Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia Aji Rachmat mengatakan, ular-ular termasuk kobra, yang ditemukan di daerah rumah warga, harus dipindahkan untuk pengendalian populasi.



Pasalnya, jika dikurangi secara signifikan maka akan terjadi ledakan populasi dari tikus yang merupakan diet utamanya.

Baca: Ingat Langkah Penting Ini Jika Ketemu Ular Kobra di Pemukiman

"Ular ini harus dipindahkan kalau mengganggu. Karena kalau sampai dikurang populasinya maka makanannya bisa terjadi ledakan populasi. Khawatirnya tahun depan jika ular kobra berkurang, tidak ada lagi yang memburu tikus," ujar Aji di Jakarta pada Jumat (20/12/2019) malam.

Siklus rantai makanan adalah sesuatu yang harus dipertahankan karena itu dia meminta bila ada yang melihat kemunculan kobra di dekat pemukiman warga untuk menghubungi pihak profesional seperti petugas pemadam kebakaran atau komunitas pencinta ular untuk dibantu pemindahannya.

Kunci utamanya adalah pengendalian, kata ketua LSM konservasi ular itu. Dengan tidak semua ular ditangkap tapi dikurangi populasinya untuk memastikan rantai makanan tetap terjaga dan menghindari ledakan populasi tikus.

Sebelumnya, beberapa daerah di Indonesia dikejutkan dengan penemuan banyak anakan ular kobra yang mencapai puluhan di rumah atau daerah sekitar pemukiman warga.

Baca: Ular Kobra Merebak, Komunitas Pecinta Ular Banjir Aduan

Kemunculan ular kobra yang berbisa itu sendiri memang tidak mengejutkan, menurut Aji, karena musim hujan adalah saatnya telur kobra menetas. #teras.id

(wd)