Kamis , 2 April 2020

Ada 160 Beasiswa, Kemenag Buka Seleksi Calon Mahasiswa S1 Timur Tengah

23 Januari 2020 13:03 WIB


Rapat Koordinasi (Rakor) Seleksi Calon Mahasiswa S1 Timur Tengah, di Jakarta, Selasa (21/01/2020). (Sumber: kemenag.go.id)

JAKARTA,  solotrust.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan kembali membuka seleksi calon mahasiswa S1 untuk kuliah di Timur Tengah. Ada tiga negara tujuan, yakni Mesir, Sudan, dan Maroko. Kemenag membuka program beasiswa dan nonbeasiswa. 

Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Seleksi Calon Mahasiswa S1 Timur Tengah, di Jakarta.



"Rakor digelar sebagai persiapan untuk memastikan bahwa proses seleksi, baik tulis dan wawancara dapat dilaksanakan dengan baik,” jelas Arskal, Selasa (21/01/2020).

"Proses seleksi rencananya akan dilaksanakan pada April 2020," lanjutnya, dilansir dari laman resmi Kementerian Agama RI, kemenag.go.id, Kamis (23/01/2020). 

Menurut Arskal, ada 160 kuota beasiswa S1 Mesir yang terdistribusi dalam empat jalur, yakni Kemenag (20 orang), Kedutaan Mesir (30), PBNU (30), dan Pondok Pesantren Gontor (80). Sementara untuk kuota beasiswa dari Sudan dan Maroko, diperkirakan seperti tahun lalu, masing-masing 20 orang.

Arskal meminta seleksi 2020 tetap berbasis komputer dengan lokal koneksi. Jadwal pelaksanaan seleksi tidak serentak, namun dengan waktu berbeda antarsatuan kerja penyelenggara. Hal ini untuk memberikan kemudahan kepada peserta dalam memilih beberapa alternatif lokasi.

“Kita harus menggali seluruh potensi yang kita miliki untuk menghasilkan seleksi yang berkualitas yang akan membanggakan di masa mendatang,” terangnya. 

Selain tes tulis berbasis komputer, dilakukan pula proses wawancara. Arskal berharap wawancara dapat menggali dan memastikan calon mahasiswa baru ke Timur Tengah ini terbebas dari ekstremisme yang menentang ideologi negara.

"Komitmen kebangsaan harus menjadi bagian terpenting dalam proses seleksi ini sehingga para mahasiswa yang kembali ke Indonesia tetap menjadi penjaga ajaran Islam yang moderat," tuturnya. 

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, M Adib Abdushomad, menyampaikan seleksi ini bertujuan untuk menyaring lulusan madrasah aliyah/pondok pesantren atau sekolah potensial untuk mengikuti studi ke negara Timur Tengah. Tujuan lainnya,  mempersiapkan generasi terbaik dalam bidang ilmu keislaman dan Bahasa Arab dalam rangka melahirkan calon ilmuwan mumpuni dan memiliki kapasitas keilmuan memadai. 

“Model seleksi tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Waktu pelaksanaan tidak dilakukan secara bersamaan, namun akan dilakukan dengan waktu dan soal yang berbeda di masing-masing lokasi. Untuk detail jadwal akan kami umumkan pascadisepakati bersama-sama,” jelas Adib.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com