Kamis , 4 Juni 2020

Mengenal NH Dini, Ibu Pierre Coffin yang Jadi Google Doodle Hari Ini

29 Februari 2020 12:03 WIB


Google memajang desain doodle spesial berupa sosok NH Dini pada Sabtu (29/02/2020) hari ini di mana bertepatan dengan tanggal kelahirannya

Solotrust.com - Mengenal NH Dini, Ibu Pierre Coffin yang Jadi Google Doodle Hari Ini: NH Dini tentu sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, terutama para pecinta karya sastra. Tak heran jika Google memajang desain doodle spesial berupa sosok sang novelis pada Sabtu (29/02/2020) hari ini di mana bertepatan dengan tanggal kelahirannya.

Ya, jika kita membuka halaman utama Google, di sana terpampang sosok seorang wanita berkacamata tengah menulis pada secarik kertas berwarna hijau tosca. Ada begitu banyak lembaran kertas warna-warni di sekitarnya. Wajah dan kepalanya diilustrasikan menggantikan huruf 'O' pada logo Google. Dialah NH Dini, seorang sastrawan besar yang pernah dimiliki Indonesia.



Melansir laman Ensiklopedia Sastra Indonesia (http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/), NH Dini mempunyai nama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin, lahir 29 Februari 1936 di Semarang, Jawa Tengah. Sebagai sastrawan, NH Dini menulis berbagai genre sastra, seperti puisi, drama, cerita pendek, dan novel, namun ia lebih terkenal sebagai novelis yang kebanyakan karyanya mempergunakan latar negara-negara luar Indonesia.

NH Dini adalah putri bungsu pasangan Salyowijiyo, seorang pegawai perusahaan kereta api dengan Kusaminah. Dini yang juga berdarah bugis selain Jawa menikah dengan seorang diplomat Prancis, Yves Coffin pada1960 yang pada saat itu sedang bertugas selama empat tahun di Indonesia. Setelah menikah, mereka sempat berpindah-pindah tempat tinggal, yakni Jepang, Kamboja, dan Prancis.

Rumah tangga pasangan NH Dini dan Yves Coffin retak setelah mereka jalani selama lebih kurang dua puluh tahun. Setelah menyelesaikan urusan perceraiannya, pada 1980 NH Dini kembali ke Tanah Air dalam keadaan sakit kanker.

NH Dini pernah bekerja sebagai penyiar RRI Semarang. Setelah lulus pendidikan di GIA, ia bekerja sebagai pramugari di Jakarta (1957-1960). Setelah menikah, Dini berhenti dari pekerjaannya. Bakat kepengarangannya terbina sejak kecil, terutama karena dorongan ayahnya yang selalu menyediakan bacaan bagi putri bungsunya ini. NH Dini memupuk bakatnya dengan selalu mengisi majalah dinding di sekolahnya. Dia juga menulis esai dan sajak secara teratur dalam buku hariannya.

NH Dini banyak dinilai sebagai pengarang sastra prosa Indonesia terkemuka. Dia juga dikenal sebagai pengarang yang secara intens membicarakan masalah perempuan. Karya-karya populernya, antara lain Pada Sebuah Kapal (1972), Namaku Hiroko (1977), Padang Ilalang di Belakang Rumah (1978), Orang-Orang Trans (1985), dan Pertemuan Dua Hati (1986).

NH Dini meninggal dunia pada 4 Desember 2018 setelah mengalami kecelakaan mobil di ruas Tol Banyumanik, Semarang. Ibu dari Pierre Coffin dan Marie Claire Lintang sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Elisabeth Semarang.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com