Rabu , 25 November 2020

Tips Olahraga di Tengah Pandemi COVID-19

4 April 2020 02:05 WIB


Senam, salah satu olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah (Sumber gambar: Freepik)


Solotrust.com - Pandemi corona (COVID-19) belum mereda. Daya tahan tubuh menjadi salah satu benteng menghadapi virus corona. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh adalah dengan olahraga teratur.



Dilansir dari laman Humas UGM (2/4/2020), pakar Kedokteran Olahraga UGM, Dr.dr. H. Zaenal Muttaqin Sofro,. AIFM., mengatakan ada banyak olahraga yang dapat dilakukan di rumah di tengah pandemi corona ini.

"Pada prinsipnya ada dua jenis olahraga yakni neural excercise/olahraga persarafan untuk menjaga kesehatan dan physical excercise/olahraga fisik untuk menjaga kebugaran. Olahraga tersebut bisa dilakukan di rumah," terangnya saat dihubungi Ika dari Humas UGM, Kamis (2/4).

Zaenal menjelaskan olahraga persarafan diwujudkan dengan tiga cara, yakni pernafasan, vokalisasi dan postur. Olahraga pernafasan bisa dilakukan dengan senam pernafasan seperti senam tera dan yoga. Lalu, vokalisasi antara lain dengan bersenandung, membaca Al Qur'an dan lainnya. Sedangkan postur dapat ditempuh dengan cara seperti melakukan senam taichi maupun gerakan salat.

Menurutnya, olahraga pernafasan ini dapat dilaksanakan setiap saat, kapan saja, dan dimana saja. Dengan melakukan olahraga pernafasan secara rutin dapat menjadikan tubuh sehat dan meminimalkan stres.

"Saat ini kita kan dianjurkan menjalani physical distancing, berdiam diri di rumah. Karenanya, sangat tepat melakukan olahraga persarafan yang bisa dilakukan kapanpun," terang dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) ini.

Sementara untuk olahraga fisik, bisa dilakukan untuk membuat badan tetap bugar saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Olahraga fisik ini melibatkan otot besar, bersifat ritmis, serta berkelanjutan. Saat melakukan olahraga fisik dianjurkan untuk tidak dilakukan secara berlebihan dengan intensitas tinggi. Sebab, hal tersebut bisa mengganggu kesehatan.

"Banyak physical exercise yang justru mengganggu kesehatan karena over training maka harus benar benar mengacu FITT principle yakni frequency, intensity, time, and type," paparnya.

Frekuensi olahraga fisik dapat dilakukan 3-5 kali per minggu, intensitas sedang, dan durasi selama 30-45 menit. Sedangkan jenis olahraga yang bisa dipilih seperti jalan cepat, joging, bersepeda statis, senam, dan berenang. Sebelum memulainya didahului dengan pemanasan dan diakhiri pendinginan.

Tidak  kalah penting menjaga hidrasi agar selalu tercukupi. Minum 30 menit sebelum berolahraga dan setelahnya guna mengganti jumlah cairan yang keluar lewat keringat.

Lantas jika ingin berolahraga di luar ruangan saat pandemi corona langkah apa saja yang harus dilakukan? Zaenal menyampaikan jika ingin olahraga di luar rumah pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit dan direkomendasikan tetap menjaga jarak aman. Selain itu tetap menggunakan masker ketika berolahraga.

Sekali lagi Zaenal menekankan bahwa olahraga tidak harus dengan latihan fisik, tetapi bisa dengan latihan persarafan. Olahraga ini dirasa tepat dilakukan di rumah di tengah pandemi corona. "Mindset masyarakat harus digeser olahraga tidak hanya latihan fisik, tetapi bisa dengan latihan persarafan," tegas Zaenal. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com