Minggu , 25 Oktober 2020

Kiat Atasi Perubahan Nafsu Makan karena Stres

5 Juli 2020 23:00 WIB


Ilustrasi.

 

JAKARTA, solotrust.com- Pandemi virus corona menambah stres. Terbatasnya aktivitas sosial hingga khawatir terinfeksi menjadi beberapa faktornya dan berpengaruh buruk pada kesehatan.



Stres dapat berpengaruh besar pada perubahan pola makan menjadi tidak teratur dan dapat menyebabkan perubahan suasana hati. Padahal, kata ahli diet Rachael Hartley, aspek gizi yang paling dibutuhkan saat ini diperoleh dari makanan yang cukup dan teratur.

“Respons stres dapat mengurangi selera makan, tetapi itu tidak mengubah kebutuhan akan makanan," ujarnya, dilansir dari Insider.

Untungnya, ada beberapa solusi sederhana jika tidak punya waktu, energi, atau nafsu makan untuk menyiapkan dan makan makanan sehat dan bergizi. Langkah pertama untuk mempertahankan kebiasaan makan sehat di bawah tekanan adalah menciptakan rutinitas.

Menurut Brigitte Zeitlin, ahli diet dan pemilik BZ Nutrition, itu dapat membantu mengingat makan secara konsisten jika kehilangan nafsu makan saat stres dan juga mengendalikan ngemil yang menyebabkan makan berlebihan.

"Manusia secara alami merasa lebih nyaman ketika ada batasan. Struktur pada hari Anda akan membantu secara alami mengurangi stres dan kecemasan, dan menambahkan sedikit perawatan diri," katanya.

Kemudian, buat aturan untuk tidak membuka media sosial sebelum sarapan. Jadwal itu bisa menjadi hal pertama yang sangat penting di pagi hari, ketika Anda mungkin tergoda untuk bangun dan segera membuka media sosial. Zeitlin merekomendasikan untuk menghindari segala jenis layar selama 30-45 menit setelah bangun dan minum segelas air serta makan sesuatu yang sehat untuk sarapan.

"Jangan melewatkan sarapan, itu tidak bisa dinegosiasikan," kata Zeitlin.

Selanjutnya, buatlah rencana untuk makan siang sekitar 4 jam setelah sarapan, lalu camilan sore yang sehat, diikuti dengan makan malam, sehingga Anda makan secara berkala sekitar 3-4 jam. Waktu makan yang teratur ini penting, baik secara mental maupun fisik.

Perubahan tak terduga dalam jadwal makan dapat menyebabkan masalah pencernaan, menambah stres, dan nafsu makan menjadi memburuk. Jika stres telah mengganggu isyarat rasa lapar, rutinitas adalah kunci untuk menggerakkan tubuh dan otak, bahkan jika Anda harus mengatur timer di ponsel.

"Mengatur timer mungkin tampak konyol tetapi bisa berfungsi sebagai pengingat eksternal pada saat isyarat perut tidak melakukan itu," kata Hartley.

Langkah berikutnya, masukkan beberapa protein, karbohidrat, dan lemak dalam setiap makanan. Para ahli merekomendasikan fokus pada nutrisi sebagai gantinya, termasuk keseimbangan makronutrien seperti lemak, karbohidrat, dan protein ketika makan.

Untuk protein, pilihan yang baik termasuk telur, yogurt, ikan, ayam, daging, kacang-kacangan, dan mentega kacang, yang semuanya juga memiliki lemak sehat. Untuk pilihan vegan atau vegetarian, hummus, tahu, dan kacang-kacangan adalah sumber protein yang baik.

Untuk produk, sediakan hal-hal sederhana dengan tetap berpegang teguh pada pilihan yang nyaman sedapat mungkin, seperti membeli sayuran dan buah-buahan potong atau produk makanan beku yang bergizi. Minum banyak air juga diperlukan.

Selain air putih, teh dan kopi merupakan sumber antioksidan, meskipun kafein bisa menjadi diuretik dan harus dikonsumsi dalam jumlah sedang. Namun, yang terbaik adalah menghindari soda dan jus manis karena bisa meningkatkan kadar gula, yang selanjutnya mengganggu nafsu makan dan tingkat energi secara keseluruhan. #teras.id



(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com