Hard News

Gencarkan Tracing Covid-19, Tes PCR Jateng Tembus 70 Ribu

Sosial dan Politik

2 Desember 2020 10:31 WIB

Ilustrasi (Dok. Istimewa/Google)

SEMARANG, solotrust.com – Upaya pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara tracing terus dilakukan. Bahkan, jumlah pengetesan di provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo ini telah melampaui target tes ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). 

Dalam standar tes Covid-19 ditetapkan WHO, pemeriksaan yang harus dilakukan adalah 1/1000 penduduk per pekan. Dengan jumlah penduduk Jawa Tengah sekira 34 juta orang, standarnya ada 34 ribu orang dites di provinsi ini. 



“Jumlah testing PCR di Jawa Tengah pada minggu ke-48 adalah 70.053 tes. Padahal, sesuai target WHO yang mensyaratkan 1/1000 penduduk per minggu, seharusnya hanya 34 ribu warga yang dites.  Jadi, jumlah tes kita dua kali lebih tinggi dari target WHO,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo awal pekan ini, dilansir dari Portal Resmi Provinsi Jawa Tengah, jatengprov.go.id

Yulianto Prabowo menerangkan, tingginya tes di Jateng ini tentu berpengaruh pada tingginya angka kasus positif Covid-19. Pasalnya, semakin banyak tes dilakukan akan semakin banyak kasus ditemukan. 

“Ini yang perlu diketahui masyarakat. Jadi masyarakat harus paham kalau kasus ditemukan banyak karena tesnya banyak, itu hal yang positif. Artinya, kita semua bisa tahu lebih dini, sehingga bisa memberikan respon yang lebih cepat. Kalau jumlah tesnya sedikit, tentunya yang diketahui hasilnya sedikit,” jelasnya. 

Pada pekan ke-44, lanjut Yulianto Prabowo, angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 5,11. Angka itu terus mengalami penurunan di angka 4,94 di pekan ke-45, turun lagi menjadi 4,62 pada pekan ke-46, turun lagi 4,49 pada pekan ke-47 dan sekarang menjadi 4,25. 

“Jadi semakin dini ditemukannya kasus positif dengan peningkatan testing itu, maka treatment-nya semakin bagus. Tentu itu sangat berdampak pada turunnya angka kematian di Jawa Tengah dan meningkatnya angka kesembuhan,” terangnya. 

Kendati terjadi kenaikan kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menegaskan kondisi fasilitas kesehatan masih aman. Tempat tidur di rumah sakit, ruang ICU hingga tempat-tempat isolasi lainnya masih mencukupi.

“Saat ini kami menyiapkan 6000 tempat tidur isolasi di rumah sakit dan baru terpakai sekitar 74 persen. Sementara kalau ICU, kami menyiapkan sekitar 500 ICU dan baru terpakai 44 persen. Untuk tempat tidur, sebenarnya total tempat tidur rumah sakit di Jateng itu ada 36 ribu (unit) dan semuanya bisa dipakai untuk isolasi perawatan Covid-19, termasuk tempat lainnya,” pungkas dia. 

Di lain kesempatan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan akan terus menggencarkan pengetatan di Jawa Tengah. Menurutnya, hanya dengan cara itu rantai penyebaran Covid-19 akan bisa diputuskan. Meskipun dampaknya jumlah kasus positif di Jateng akan terus meningkat. 

Testing tidak boleh berhenti,” katanya. 

Ganjar Pranowo juga meminta masyarakat untuk disiplin menjaga protokol kesehatan. Segenap tokoh agama, tokoh masyarakat juga diminta untuk terus berkampanye melakukan edukasi, terkait penerapan protokol kesehatan di masyarakat. 

“Edukasi soal protokol kesehatan harus terus ditingkatkan dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya. Intinya, semua masyarakat harus disiplin menjaga protokol kesehatan itu,” tegasnya.

(redaksi)

Berita Terkait

Berita Lainnya