SOLO, solotrust.com- World Cleanup Day (WCD) adalah sebuah gerakan bersih-bersih yang dilaksanakan secara serentak dalam satu waktu bersamaan di seluruh dunia pada 15 September 2018. Kegiatan ini diikuti 150 negara dengan melibatkan sekitar 380 juta penduduk atau 5 persen populasi di dunia. World Cleanup Day diinisiasi oleh Lets Do It World (www.letsdoitworld.org) di Estonia pada 2008. Sebagai sebuah negara yang peduli akan isu penanganan sampah, Indonesia turut bergabung dengan 150 negara lainnya untuk melakukan aksi clean up terbesar di dunia ini.
Hal ini sangat penting mengingat ada 1,3 milyar ton sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap tahunnya dan hanya 258-368 juta ton sampah yang berakhir di 50 tempat penampungan sampah terbesar. Sementara sampah yang lainnya tersebar di sungai, di laut, dibakar secara terbuka, tersebar di jalan-jalan di perkampungan dan perkotaan. Setiap tahunnya ada 8 juta ton sampah dibuang ke laut, 80 persen dari sampah daratan. Itu seperti melemparkan lebih dari 112,123 pesawat Boeing 737-er900 ke dalam lautan setiap tahun (Plastic Soup Foundation).
Sementara kondisi persampahan Indonesia pada tahun 2015 sudah mencapai 175,000 ton sampah yang dihasilkan perharinya, atau sekitar 64 juta ton pertahun. Sampah-sampah tersebut tidak dikelola dan 69% berakhir di TPA (KLHK, 2015). Indonesia pada tahun yang sama mendapatkan peringkat kedua sebagai penyumbang sampah plastik ke lautan dunia (Jenna Jambeck, 2015). Meski telah banyak usaha dan pergerakan sejak saat itu. Indonesia perlu turut ambil bagian dari yang akan dilakukan oleh dunia internasional melalui kegiatan World Cleanup Day.
Tujuan World CleanUp Day sendiri adalah Menciptakan indonesia yang bersih dari sampah.Selain itu menciptakan budaya dan masyakat peduli lingkungan. World CleanUp Day sebenarnya ada di Indonesia tapi baru dilaksanakan serentak pada tahun ini dan pada tahun inilah Jawa Tengah berpartisipasi. Indonesia menargetkan 13 juta relawan untuk World CleanUp Day pada tahun 2018 sedangkan Jawa Tengah mentargetkan 3 juta relawan. Untuk memenuhi target 3 juta relawan maka target relawan per- kecamatan yakni 9 ribu relawan.
Salah satu tim World CleanUp Day di Jawa Tengah adalah World CleanUp Day kota Surakarta. Di Surakarta sendiri ada 5 kecamatan, jadi kalau mengacu pada target relawan di Jawa Tengah yang ditarget sembilan ribu relawan, berarti total target relawan di Surakarta adalah 45 ribu. Sejauh ini dari WCD Surakarta bersama JCI (Junior Chambe International) Chapter Solo menggandeng beberapa komunitas yang ada di Surakarta, yakni Kophi Solo, Malimpa UMS, komunitas Pelangi Samudera dan komunitas kresek Solo.
World CleanUp Day pada tanggal 15 September 2018 yang rencananya kalau di Surakarta itu akan dilaksanakan di Pasar Legi. Inti acaranya adalah bersih-bersih dan pungut sampah mulai dari jam 7 pagi sampai jam 9 pagi setelah itu dilakukan penimbangan. Setelah ditimbang, untuk sampah anorganik akan disalurkan ke bank sampah, sedangkan untuk sampah organik akan diberikan ke TPA.
Sebelum beraksi di World CleanUp Day Surakarta terlebih dahulu mengadakan pre event. Pre event yang dilaksanakan tim World CleanUp Day sudah berlangsung selama 4 kali, yakni tanggal 5 Agustus, 12 Agustus, 19 Agustus dan 2 September. Tim World CleanUp Day masih mengagendakan satu kali pre event, yakni tanggal 9 September sedangkan acara puncak World CleanUp Day tanggal 15 September. Pre event yang pernah dilaksanakan yakni tanggal 5 Agustus dilaksanakan di Car Free Day Solo. “Kami mengambil dari depan bank BNI Syariah sampai Sami Luwes. Untuk pre event tanggal 12 Agustus kita berpartisipasi di acara PGS peduli. Pre event tanggal 19 Agustus dan 2 September kita terjun lagi di CFD untuk mengambil sampah dari Sriwedari sampai ke Gladag.” Jelas panitia dalam rilisnya.
(wd)