Rabu , 15 Juli 2020

BTS: 7 Adalah Lagu Cinta untuk Karir Kami

25 Februari 2020 08:07 WIB


BTS dalam salah satu foto konsep "Map of the Soul: 7". (Dok. Big Hit Entertainment).

Solotrust.com - BTS kembali dengan album "Map of the Soul: 7" pada 21 Februari 2020. Dalam wawancaranya dengan Billboard di New York City pada hari tersebut, RM mengatakan bahwa album ini pada dasarnya adalah lagu cinta untuk karir 7 tahun mereka

 “Cinta tidak selalu tentang hal-hal baik. Ketika kita mencintai sesuatu atau seseorang, itu seperti mengakui, mengakui semua sejarah yang dimiliki seseorang atau sesuatu itu. Bisa jadi shadow (bayang-bayang), mungkin beberapa adalah sisi gelap. Jadi ya, itu (Map of the Soul: 7) pada dasarnya adalah lagu cinta untuk karir kami," kata RM.



Tentang lagu utamanya yakni "ON", RM mengatakan, "Kami mungkin menghadapi beberapa shadow atau mungkin bencana, bahkan mulai sekarang, tetapi kami sudah mengakui ini sebagai bagian dari diri kami sendiri. Ini seperti pernyataan besar dan manifesto yang akan kami laksanakan."

Seperti judul MVnya yakni "ON Kinetic Manifesto Film : Come Prima", lagu ini merefleksikan manifestasi BTS sebagai artis dalam 7 tahun karirnya.

Berdasarkan keterangan Big Hit dalam rilisnya, lagu ini dikatakan mencerminkan panggilan dan mindset BTS sebagai seniman selama 7 tahun karirnya.

Mengikuti "Interlude: Shadow" dan "Black Swan", "ON" masih mengeksplorasi aspek shadow dalam diri mereka sebagai seorang seniman.

Di awal, Jimin mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu, muncul shadow dalam langkah mereka. RM memperjelas hal ini dengan mengatakan bahwa shadow itu mirip dengannya, ketika ia melihat ke bawah/kakinya. Ia kemudian bertanya, "Apakah itu shadow yang bergetar? Atau kakiku yang gemetaran?", menggambarkan bahwa diri dan shadownya seperti satu kesatuan.

Melihat situasi itu, RM mengaku dia bukannya tidak takut dan merasa semua baik-baik saja, tetapi dia terus saja bergerak, meski dengan canggung. "Saya terbang bersama dengan angin hitam itu," kata RM di akhir bagiannya.

Di bagian chorus, dikatakan bahwa mereka harus "gila" untuk tetap "waras". Mereka melempar diri mereka sepenuhnya ke dunia yang penuh kesakitan, dimana digambarkan "hujan turun deras dan

langit terus jatuh setiap hari". Meski begitu tak ada yang bisa menghentikan mereka, karena mereka adalah para pejuang yang tak takut akan rasa sakit.

J-Hope mempertajam hal ini dengan mengatakan rasa sakit malah akan menjadi "darah" dan "daging"nya. Ia menjadi kuat karena sudah mengetahui jalannya. Nafas dan cahaya dari dalam dirinya membuat ia menjadi dirinya saat ini. Bahkan jika ia jatuh, ia akan langsung berdiri.

Suga melanjutkan dengan mengatakan bahwa meski jatuh, mereka selalu bangkit, dan itulah yang BTS lakukan selama 7 tahun ini.

Suga mengatakan meski lututnya jatuh ke tanah, selama ia belum dikubur (mati), maka itu tidak masalah. Tak peduli apa kata orang, ia terus berusaha untuk menjadi pemenang.

Di bagian bridge, dikatakan bahwa BTS adalah pejuang yang memilih untuk turun ke jurang yang gelap. Mereka siap berjuang, menghadapi segala rasa sakit, yang menggambarkan keberanian mereka menghadapi shadow dalam diri mereka sendiri.

Lirik ini terlihat relevan dengan salah satu foto konsep BTS dalam album "7", dimana ada lubang hitam di bawah mereka, dan layaknya white swan, mereka siap turun ke bawah untuk menjumpai shadow mereka. Dalam foto konsep yang lain, mereka terlihat berubah menjadi black swan, yang menggambarkan pengakuan/penerimaan mereka terhadap shadownya. Bahkan khusus untuk Suga, posenya terlihat seperti memeluk sayap hitamnya, seperti ia sedang memeluk/merangkul bayangannya sendiri (embrace his own shadow).

Meski mengakui keberadaan shadow dan menghadapinya, BTS tidak tenggelam di dalamnya dan terus bergerak maju (on and on). Hal ini selaras dengan apa yang pernah Suga katakan dalam wawancara di acara Zack Sang Show.

"Satu pesan yang menembus album ini secara keseluruhan adalah bahwa kamu harus menghadapi bayang-bayang (shadow) dalam batinmu tetapi jangan sampai tenggelam di dalamnya. Kamu harus menghadapinya dan bergerak maju," kata Suga.

Jika dalam "Intro: Persona" RM mengatakan "I just want to fly (aku hanya ingin terbang)" dan dalam  "Interlude: Shadow" Suga mengatakan "Don't let me fly (jangan biarkan aku terbang)", maka dalam "ON" RM mengatakan "I fly together with that black wind (Saya terbang bersama dengan angin hitam itu)".

Hal ini bisa dipahami meski BTS ingin sukses besar sebagai seorang seniman, tetapi kesuksesan itu ternyata diikuti dengan "harga" yang harus dibayar berupa ketakutan dan kesendirian, hingga mereka merasa mungkin akan lebih baik jika mereka tidak sukses saja. Namun, pada akhirnya mereka berani menghadapi shadow mereka sendiri lalu terbang tinggi bersamanya.

Sebelumnya dalam "Black Swan", digambarkan bahwa tidak justru dilahap oleh shadownya, mereka justru menjadi sadar akan peran meraka sebagai musisi dan harus berjuang di jalan mereka.

Sesuai dengan keterangan Big Hit di awal, ketika 7 anggota BTS menemukan black swan, yang semacam manifestasi shadow dalam diri mereka, hal itu justru membangkitkan mereka pada nilai dan makna sejati musik.

BTS menjadi sadar bahwa menjadi musisi atau orang yang cinta pada musik (dengan menyanyi dan membuat lagu), sebagaimana halnya penari yang cinta pada menari, adalah peran mereka.

Sehingga, betapapun beratnya, mereka akan mempertahankan apa yang menjadi "thang/thing" mereka, karena jika mereka berhenti, maka mereka akan menghadapi kematian pertama, yang justru lebih menyakitkan, seperti quote dari Martha Graham yakni "A dancer dies twice – once when they stop dancing and this first death is the more painful" yang terjemahannya adalah "seorang penari meninggal dua kali - sekali ketika mereka berhenti menari dan kematian pertama ini lebih menyakitkan". (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com