Kamis , 2 April 2020

IMF Siapkan Dana untuk Pembiayaan Darurat Wabah Corona

5 Maret 2020 17:05 WIB


Ilustrasi

JAKARTA, solotrust.com- Dana Moneter Internasional (IMF) dan Kelompok Bank Dunia berjanji menyediakan dana miliaran dolar AS untuk pembiayaan darurat bagi negara-negara anggota yang mencari dukungan sehubungan wabah Covid-19  atau Corona dengan  menekankan perlunya membantu yang paling rentan.

"Kami tahu bahwa penyakit ini menyebar dengan cepat. Dengan lebih dari sepertiga dari anggota kami terpengaruh secara langsung, ini bukan lagi masalah regional, ini adalah masalah global yang menyerukan respons global," Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan Rabu (4/3/2020).



IMF menyediakan sekitar US$ 50 miliar melalui fasilitas pembiayaan darurat yang cepat pencairannya untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang. Georgieva menuturkan 10 miliar dolar AS dimaksudkan untuk mendukung anggota termiskin tanpa bunga.

Bank Dunia, sementara itu, telah mengumumkan bahwa mereka akan memberikan paket awal hingga 12 miliar dolar AS dalam "dukungan langsung" untuk membantu negara-negara yang menghadapi dampak kesehatan dan ekonomi dari wabah Covid-19.

"Apa yang dilakukan Bank Dunia adalah bekerja untuk memberikan respons yang cepat dan fleksibel berdasarkan kebutuhan negara berkembang," kata Presiden Kelompok Bank Dunia David Malpass.

Dukungan itu akan mencakup pembiayaan darurat, saran kebijakan, dan bantuan teknis, kata dia. Malpass menuturkan pembiayaan juga memprioritaskan negara-negara termiskin dan mereka yang berisiko tinggi dengan kapasitas rendah.

"Dalam skenario apa pun, pertumbuhan global pada 2020 akan turun di bawah level tahun lalu," katanya.

Pada Februari, IMF telah merevisi turun pertumbuhan global 2020 menjadi 3,2 persen, 0,1 poin persentase lebih rendah dari proyeksi Januari. Turun di bawah level tahun lalu (2,9 persen) berarti lebih jauh menurunkan perkiraan pertumbuhan global.

Proyeksi pertumbuhan untuk Tiongkok tahun ini juga akan lebih rendah dari perkiraan terbaru, kata kepala IMF, sementara mencatat bahwa itu didorong bahwa sekitar 60 persen produksi telah dimulai kembali di Tiongkok, dan lebih banyak kemajuan diharapkan dalam beberapa minggu ke depan. #teras.id

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com