Selasa , 20 Oktober 2020

Duh! Perawat Tengah Mengandung 4 Bulan Kritis Tertular Covid-19

18 Mei 2020 15:31 WIB


Screenshot video seorang pasien berprofesi perawat yang hamil empat bulan, dibawa para petugas medis berbaju alat pelindung diri (APD) lengkap (Instagram-@fakta_info)

Solotrust.com - Di saat masyarakat sudah memenuhi mal maupun bandara, para tenaga kesehatan masih berjibaku menangani para pasien terindikasi terserang virus corona (Covid-19). Sebuah rekaman video beredar di media sosial tatkala seorang perawat tengah mengandung empat bulan tertular virus corona. Ia memakai respirator untuk membantu dirinya tetap terus bertahan.

Rekaman video salah satunya diunggah akun media sosial Instagram @fakta_info pada Senin (18/05/2020) yang merepost akun instagram @perawat.parodi. Dalam video tampak seorang pasien berprofesi sebagai perawat tengah hamil empat bulan, dibawa para petugas medis berbaju alat pelindung diri (APD) lengkap.



Perawat malang itu terbaring di ranjang pasien dengan dipasangi alat respirator. Terdengar sebuah suara diduga perekam video menangis memanggil nama pasien tersebut.

"Ya Allah, Ari.. Ari.. Ari..," ucapnya disertai isak tangis.

Sementara itu, keluarga dan kerabat lainnya tampak menangis melihat perawat bernama Ari dibawa dan dimasukkan ke dalam lift untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

"Mohon doanya, teman sejawat kita perawat salah satu rumah sakit di Surabaya sedang dalam kondisi kritis karena tertular Covid-19 dan saat ini sedang hamil empat bulan. Semoga diberikan kesembuhan. (Meskipun presentase untuk survive setelah gagal napas seperti ini sangat kecil <10%)," tulis akun Instagram @fakta_info memberi keterangan video unggahannya.

Rekaman video perawat ini pun viral dan telah di-repost beberapa kali di berbagai media sosial.

Terlepas dari itu, sungguh ironis, di tengah kerja keras tenaga medis berjuang menangani pasien Covid-19, beberapa hari terakhir terlihat di berbagai mal maupun bandara banyak orang berkerumun memadati kedua tempat itu. Selain hanya sekadar untuk membunuh kebosanan atau mencari makanan, tak sedikit orang menuju bandara demi bisa pulang kampung.

Pemandangan ini tentu saja terlihat ironis karena apabila tidak saling menjaga jarak atau tetap  memakai protokol pencegahan Covid-19, bukan tidak mungkin akan terjadi lebih banyak lagi penularan virus corona di negeri ini. (dd)


(redaksi)
  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com