Rabu , 8 Juli 2020

Dituduh Santet, Warga Sampang Lakukan Sumpah Pocong

27 Juni 2020 22:59 WIB


Sumpah pocong (Instagram-@fakta.indo)

Solotrust.com - Sumpah pocong merupakan sebuah sumpah dengan cara dibalut kain kafan layaknya orang meninggal. Sumpah ini dilakukan dengan disaksikan beberapa orang yang datang saat pengambilan sumpahnya. Apabila keterangan atau janji orang yang disumpah tidak benar, dirinya akan terserang penyakit atau mendapatkan celaka.

Pada 24 Juni 2020, bertempat di Masjid Madegan Kelurahan Polagan Kecamatan/Kabupaten Sampang, tiga orang warga Dusun Morombuk Timur, Desa Tebanah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura Timur melakulan ritual sumpah pocong. Ritual terpaksa dilakukan guna mengakhiri saling tuduh di antara tiga perempuan karena persoalan santet.



Ssperti dilansir dari akun Instagram @fakta.indo pada Kamis (25/06/2020), tiga orang masing-masing bernama Hikmah (20), Suranten (60), dan Misriyah (80) terlibat persoalan saling tuduh tentang santet yang digunakan untuk mencelakai.

Persoalan bermula saat Hikmah menuduh Suranten serta Misriyah telah menyantet dirinya hingga sakit. Hal ini terjadi karena selepas mendapat bingkisan dari rumah dua orang tertuduh itu, kemudian memakannya, Hikmah jatuh sakit.

"Setelah memakan bingkisan itu, tenggorokan anak saya sakit, kemudian setelah ke paranormal, katanya penyakitnya tidak wajar," ungkap ayah Hikmah, Abdus Sarif.

Tak terima orangtuanya dituduh menggunakan ilmu hitam, anak Suranten, Juheri (40), memutuskan menyelesaikan masalah yang terjadi lewat sumpah pocong.

"Sebenarnya tuduhan terhadap keluarga kami terjadi sebelum bulan puasa kemarin, namun urusan ini baru bisa berlanjut setelah Ramadan karena baru mendapatkan izin dari Polsek dan Kades," ujar Juheri. (dd)

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com