Selasa , 13 April 2021

Ternyata Begini Tren Gaya Hidup Saat Covid-19

23 September 2020 12:21 WIB


Ilustrasi. (dok. Shutterstock)

JAKARTA, solotrust.com- Ketika Covid-19 telah menghancurkan sebagian besar ekonomi global, ada sektor lain yang terpacu, seperti konferensi video dan bisnis peralatan rumah tangga. Berbagai jenis kegiatan do-it-yourself, seperti membuat roti, berkebun dan membuat kerajinan, telah berkembang pesat dan tampak prima untuk bertahan setelah pandemi.

Layaknya para petani, pegiat do it yourself mengatasi keterbatasan pada saat lockdown dengan berkarya. Keadaan lockdown memaksa sebagian besar masyarakat yang biasanya berbelanja ke toko ritel, membuat mereka beralih ke barang daur ulang dan bisnis kecil untuk kebutuhan mereka. Orang-orang yang sudah memiliki hobi melakukan semuanya sendiri, mengembangkan keterampilan mereka.



Tynika-Ann Carter, mantan model berusia 24 tahun di Western Cape, Afrika Selatan, beralih ke pertanian dan berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangannya dan dalam upaya untuk menggantikan materialisme, dengan sesuatu yang lebih sehat. Karena pandemi, sekarang dia menambahkan hobinya dengan membuat keranjang, menenun dan merenda.

"Covid-19 telah memberi saya lebih banyak waktu untuk menggali potensi dan membuat diri saya sepenuhnya fokus pada hal-hal yang saya sukai," katanya, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (9/9/2020).

Di Washington, Chase Beathard sangat khawatir dengan risiko kekurangan pasokan daging, sehingga dia memanfaatkan iklan Craigslist yang menawarkan babi hutan gratis. Sekarang pria 34 tahun itu beternak babi. Seperti para hipster, mereka menetapkan tren baru dan memamerkannya di Instagram. Tapi mereka juga melakukan banyak pekerjaan keras yang berfokus pada kelangsungan hidup.

“(Lockdown) membuat kita belajar untuk berbuat lebih banyak untuk diri kita sendiri, untuk menjadi lebih mandiri,” ujar Mary Osirim, seorang profesor sosiologi di Bryn Mawr College.

Etos do-it-yourself ini tidak hanya didorong oleh lebih banyak waktu luang karena lebih sedikit kegiatan di luar rumah, tetapi juga karena kebutuhan. Hipsteading mengakar lebih dalam sepanjang enam bulan terakhir.

Sekitar tahun 2008 di jalanan Brooklyn, gaya hidup retro hipsters membuka jalan pada tren yang mendunia. Orang-orang membuat sabun, parfum bahkan selai dan acar secara mandiri. Pada masa itu, pasar hasil tani berkembang pesat.

Kemudian datanglah Covid-19 dan resesi global. Kekurangan bahan baku dan kebutuhan untuk berhemat menciptakan lebih banyak pegiat DIY dari sebelumnya.

“Saat Anda khawatir pasar tidak akan berfungsi, Anda terlibat dalam lebih banyak aktivitas yang diperlukan untuk menghasilkan makanan Anda sendiri atau apa pun yang paling Anda khawatirkan,” kata Beth Redbird, sosiolog di Northwestern University. #teras.id  

()

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com