Rabu , 12 Mei 2021

Diguyur Hujan, Ratusan Rumah di Toli-Toli dan Donggala Terendam Banjir

16 Oktober 2020 11:31 WIB


Banjir merendam ratusan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, Kamis (15/10/2020). (Dok. Istimewa/bnpb.go.id)

Solotrust.com - Sedikitnya 350 rumah warga terendam akibat banjir bandang melanda dua kecamatan di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah pada Kamis (15/10/2020), pukul 17.30 WITA. Akibatnya 350 kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat lebih tinggi atau lokasi aman. Banjir juga melanda Kecamatan Benawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengahmengakibatkan 995 terendam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, menjelaskan banjir diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi selama dua jam. Banjir merendam pemukiman warga di Desa Silondou, Kecamatan Basindondo dan Desa Janja, Kecamatan Lampasio dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 70 cm hingga 150 cm. Sementara desa lain yang juga kemungkinan terdampak masih dalam pendataan.



“Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toli-Toli masih melakukan upaya untuk menjangkau lokasi kejadian dikarenakan jembatan untuk akses jalan terancam ambruk,” ungkapnya, dilansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bnpb.go.id.

Menangani peristiwa ini, TRC BPBD Kabupaten Toli-Toli segera melakukan kaji cepat untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, perbaikan jembatan darurat, dan penguatan tebing sungai. Mengoptimalkan penanganan darurat, BPBD setempat bekerja sama dengan benerapa dinas terkait.

Sementara menurut informasi mutakhir dari Desa Janja Kecamatan Lampasio debit air telah mulai surut. Akses jembatan untuk sementara ditutup demi keselamatan penggunanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca tiga harian. Salah satunya wilayah Sulawesi Tengah dengan potensi hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam tiga hari ini, Kamis hingga Sabtu (15-17/10/2020).

Adapun beberapa wilayah disebutkan BMKG berpotensi mengalami cuaca buruk, antara lain Kota Palu, Sigi, Donggala, Parimo, Poso, Touna, Toli-Toli, Buol, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan.

“Warga dapat mengakses info BMKG atau situs www.bmkg.go.id untuk mengetahui prakiraan cuaca. Melalui informasi tersebut, setiap pihak dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang,” ungkap Raditya Jati.

Ditinjau dari analisis InaRISK, sebanyak sepuluh kecamatan di Kabupaten Toli-Toli berada di wilayah dengan potensi banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Sementara dari sisi risiko, potensi penduduk terpapar pada sepuluh kecamatan tersebut sebanyak 97.043 jiwa dengan luas risiko 29 ribu hektare. Tak hanya banjir, sejumlah kecamatan berpotensi terhadap bahaya hidrometeorologi lainnya seperti tanah longsor.

Sementara itu, sekira 995 rumah warga di Kecamatan Benawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terendam banjir. Kejadian ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis (15/10/2020) sore. 

BPBD Kabupaten Donggala melaporkan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air Sungai Powelua meluap. Banjir terjadi sekira pukul 17.30 waktu setempat. Rumah warga tergenang berada di lima desa di kecamatan tersebut, yakni Desa Lumbudolo, Kola-Kola, Limboro, Mekar Baru, dan Towale.

Menurut Raditya Jati, selain menggenangi rumah warga, banjir mengakibatkan satu unit jembatan penghubung antardesa Kola-Kola dan Lumbudolo mengalami kerusakan. Sementara genangan, tinggi muka air teramati sekira 50 hingga 150 cm. 

"Merespons peristiwa ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Donggala segera melakukan kaji cepat. Tim juga melakukan evakuasi warga terdampak. Adapun untuk mengoptimalkan penanganan darurat, BPBD setempat bekerja sama dengan dinas-dinas terkait," kata dia. 

Ditinjau dari analisis InaRISK, sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Donggala berada di wilayah dengan potensi banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Sementara dari sisi risiko, potensi penduduk terpapar pada 15 kecamatan tersebut sebanyak 89.513 jiwa. Tak hanya banjir, sejumlah kecamatan berpotensi terhadap bahaya hidrometerologi seperti tanah longsor.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com