Selasa , 1 Desember 2020

PDAM Solo Beri Diskon 50% untuk Sambungan Baru

04 November 2020 17:31 WIB


Sosialisasi Pelayanan, Peningkatan Cakupan dan Launching Gebyar Akhir Tahun 2020 PDAM Toya Wening Surakarta di ballroom Solo Paragon Hotel, Selasa (03/11/2020)

SOLO, solotrust.com - Menjelang akhir 2020, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Surakarta menyiapkan program baru untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. Apalagi pihaknya menambah target jumlah pelanggan pada 2021.

Direktur PDAM Toya Wening, Agustan mengatakan, untuk meningkatkan kinerja Toya Wening dan kualitas serta kepuasan layanan pelanggan, pihaknya menggenjot program sosialisasi menyeluruh pada camat dan lurah se-Kota Solo. PDAM juga memberi keringanan dengan pemberian diskon 50 persen untuk biaya sambungan baru, serta program pembebasan denda tunggakan bagi pelanggan yang ingin melakukan sambung kembali.



“Program Gebyar Akhir Tahun kami adakan untuk peningkatan layanan bagi masyarakat pelanggan air minum PDAM Toya Wening di Kota Surakarta. Persentase layanan yang mencapai 58,77 persen menjadi perhatian kami, sehingga harus gerak cepat dengan inovasi,” ungkapnya dalam kegiatan Sosialisasi Pelayanan, Peningkatan Cakupan dan Launching Gebyar Akhir Tahun 2020 di ballroom Solo Paragon Hotel, Selasa (03/11/2020), dilansir dari Portal Resmi Provinsi Jawa Tengah, jatengprov.go.id.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo berharap dengan program tersebut masyarakat segera mendaftar menjadi pelanggan PDAM Toya Wening dengan keringanan potongan biaya.

“Saya berharap dengan launching ini, masyarakat banyak yang tertarik untuk dipasangkan sambungan PDAM. Terpenting, peningkatan pelayanan bisa dinikmati sesuai dengan harapan,” terangnya.

Wali kota yang akrab disapa Rudy ini menuturkan, pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana membeli tanah di sebelah Pintu Air Putar Kampung Sewu. Tanah itu, menurutnya bisa digunakan untuk embung guna mendukung kebutuhan air baku di sebagian wilayah Kota Solo.

Alternatif penyediaan air minum, lanjut Rudy, terus diupayakan selain dari mata air Cokro Tulung, juga dengan air dari Sungai Bengawan Solo dengan pengolahan air di hilir pada anak sungai Bengawan Solo. Dengan begitu, biayanya lebih murah dan tidak perlu ada pembebasan.

“Dengan pengolahan air di hilirnya akan lebih efektif dan efisien sehingga bisa menekan anggaran,” pungkas Rudy.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com