Pend & Budaya

Kota Semarang bakal Tambah 3 SMPN Tahun Depan

Pend & Budaya

7 Mei 2024 10:01 WIB

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengikuti Sarasehan Pendidikan dan Halalbihalal Dewan Pendidikan Kota Semarang di salah satu hotel berbintang, Senin (06/05/2024).

SEMARANG, solotrust.com - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku prihatin melihat jumlah anak tak sebanding dengan keberadaan sekolah menengah pertama (SMP). Melihat kondisi ini, pihaknya berencana menambah tiga SMP negeri di wilayahnya pada 2025.
 
Mbak Ita, sapaan akrabnya mengatakan proses kajian penambahan SMP baru sedang dibahas, termasuk detail engineering design (DED) berkaitan dokumen desain teknis bangunan hingga biaya pengerjaan.
 
"Saya merasa prihatin jumlah sekolah masih kurang dengan anak-anak kita. Kami melakukan kajian dan DED pada 2025 akan membangun tiga SMP," kata dia, seusai Sarasehan Pendidikan dan Halalbihalal Dewan Pendidikan Kota Semarang di salah satu hotel berbintang, Senin (06/05/2024).
 
Wali kota terus mendorong penambahan SMP baru hingga terealisasi. Nantinya, sekolah-sekolah baru akan dibangun di daerah padat penduduk, seperti di wilayah Utara dan Timur, di antaranya SMPN 46 Semarang di Banjardowo Kecamatan Genuk, SMPN 47 Semarang di Rejomulyo Kecamatan Semarang Timur, SMPN 48 Semarang, dan SMPN 49 Semarang di Tlogosari Kecamatan Pedurungan. 
 
Sementara SMPN 48 Semarang akan dibangun dengan memecah SMPN 20 Semarang. Penambahan tiga SMP negeri merupakan hasil kajian yang menunjukan jumlah sekolah belum mencukupi di wilayah tersebut.
 
"Saya dorong di beberapa tempat akan ada tiga SMP di Kota Semarang. Pokoknya kalau anggarannya baru bisa bikin kelas tujuh, baru tahun selanjutnya bisa dibangun untuk bangunan kelas-kelas lain," ungkapnya.
 
Hevearita Gunaryanti Rahayu juga mendengar adanya usulan penambahan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejujuran (SMK) di Kecamatan Mijen dan Kecamatan Gunungpati. Kini pihaknya tengah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).
 
"SMA/SMK kemarin ada Mijen, yang sekolahnya jauh, termasuk di Gunungpati, ini domain provinsi, tetapi ini nanti kalau ada tanahnya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan dihibahkan untuk pembangunan," sebut wali kota.
 
"Lha daripada tanahnya nganggur dan dipakai yang tidak-tidak bisa dipakai untuk anak-anak kita semua," tukasnya. (fjr)

(and_)

Berita Terkait

Berita Lainnya