Sabtu , 28 Maret 2020

Panic Buying Corona, Pemerintah Diminta Jaga Stok Sembako

02 Maret 2020 21:14 WIB


Ilustrasi.

JAKARTA, solotrust.com- Kamar Dagang dan Industri  (Kadin) Indonesia meminta jaminan pemerintah agar distribusi kebutuhan pokok (sembako) lancer, sehingga tidak terjadi kekosongan stok pangan di pasaran. Hal ini untuk mengantisipasi kepanikan masyarakat setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus virus corona pertama di Indonesia, Senin (2/3/2020) siang.

Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kadin Handito Joewono menjelaskan, kondisi pasar dalam negeri amat mudah dipengaruhi oleh sentimen konsumen. Hal ini setidaknya terlihat dari laporan peningkatan permintaan di tengah kekhawatiran akan wabah corona yang kian menyebar.



"Yang terpenting [jaminan pasokan] di pasar dalam negeri karena sangat dipengaruhi dengan sentimen konsumen. Konsumen pasti terganggu dengan kabar wabah corona ini," kata Handito.  

Handito pun menyoroti pasokan dan lonjakan harga pada sejumlah komoditas pokok seperti gula dan bawang putih, yang berada di atas harga normal. Karena itu, pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan untuk mengimpor stok dari luar negeri jika pasokan dari dalam negeri tidak memadai.

"Yang perlu diantisipasi sekarang adalah pergerakan barang-barang di pasar internasional, terutama pangan yang kita impor, seperti bawang putih dan gula karena saat ini di pasar sudah naik. Mau tidak mau kita harus segera beli dari pasar internasional," imbuhnya.

Handito menyatakan bahwa kepanikan publik atas kabar warga Indonesia yang positif terjangkit virus corona sudah mulai terlihat. Untuk mencegah adanya dampak pada perekonomian yang lebih masif, dia pun menyarankan pembentukan pusat krisis (crisis center).

Menanggapi potensi adanya spekulan dan gangguan pasokan kebutuhan pokok, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengharapkan para pelaku usaha tidak memanfaatkan kondisi ini, untuk mendulang keuntungan. Dia pun kembali menegaskan bahwa aksi penimbunan barang, termasuk sembako, dapat dikenai pidana.

"Dalam hal ini pemerintah perlu meningkatkan pengawasan demi menjamin pasokan kebutuhan pokok bagi konsumen," ungkapnya. #teras.id

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com