Hard News

Keluarga Mahasiswi Korban Percobaan Pembunuhan Masih Shock

Jateng & DIY

6 Februari 2018 15:53 WIB

Ilustrasi pembunuhan (Foto: Pixabay)

KLATEN, solotrust.com - Kondisi keluarga korban percobaan pembunuhan dengan cara diceburkan ke Jembatan Kretek, Bantul, Yogyakarta, masih terlihat shock. Pasca kejadian yang dialami Septiana (20) pada 28 Januari 2018 lalu, Suwardi, orang tua korban, yang kesehariannya berjualan cilok keliling, hingga saat ini belum mulai berjualan.

Saat ditemui di rumahnya Selasa (06/02/2018) pagi, Suwardi mengungkapkan kekesalannya terhadap pelaku yang mencoba membunuh anaknya, yang merupakan mahasiswi UNS.



“Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya karena manusia tidak beradab, bila perlu dihukum mati. Saya tidak tahu kalau anak saya berhubungan dengan dia. Yang jelas dia manusia yang tidak tahu diri, tidak tahu budi pekerti karena dia berbuat tidak mau bertanggung jawab," kata dia, Selasa (6/2/2018).

Suwardi menambahkan, pihak keluarga belum pernah melihat pelaku, bahkan datang ke rumah dan menemui orang tua juga belum pernah dilakukan.

Sedangkan anaknya, tutur Suwardi, kondisinya masih shock dan belum bisa ditemui.

Kedua pelaku percobaan pembunuhan Septiana telah diamankan di Polres Bantul, Senin (29/1/2018). Keduanya yakni Abdurahman (20), warga Desa Banyuripan, Bayat, dan Yongki (20) warga Desa Kebon, Bayat, Klaten. (joko)

(way)