Hard News

Penerapan Pembayaran Nirsentuh Jalan Tol Dimulai Bertahap Akhir 2024

Nasional

30 Mei 2024 14:21 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan penerapan sistem transaksi tol nontunai nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) akan dimulai secara bertahap. (Foto: pu.go.id)

JAKARTA, solotrust.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan penerapan sistem transaksi tol nontunai nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) akan dimulai secara bertahap.

Ia mengatakan, hasil uji coba pada Desember 2023 lalu di ruas tol Bali Mandara masih ada beberapa hal harus dievaluasi, termasuk teknis dan manajerial. Saat ini sudah ada solusi dari sisi manajerialnya.



"Saya optimis MLFF akan diimplementasikan secara bertahap dengan masih single lane atau hibrid masih dengan kartu (e-toll)," kata Menteri Basuki pada acaraThe 19th Intelligent Transport System Asia Pacific Forum, Selasa (28/05/2024), dilansir dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pu.go.id.

Pelaksanaan MLFF akan diterapkan secara bertahap, yakni Single Lane Free Flow (SLFF) dengan barrier dan tapping (hybrid), dilanjutkan dengan masa transisi di mana diterapkan SLFF dengan barrier. Pada tahap selanjutnya, yakni SLFF tanpa barrier dan MLFF secara penuh.

Dalam hal ini teknologi digunakan tetap GNSS, jadi tetap membutuhkan aplikasi Cantas untuk melakukan transaksi pembayaran tol. Nantinya pelaksanaan SLFF akan diterapkan secara bertahap, dimulai dari uji coba ruas jalan tol Bali Mandara. Selanjutnya ketika sudah berhasil akan dilakukan perluasan layanan kepada ruas lainnya.

Ketika teknologi MLFF sudah mulai diimplementasikan pada seluruh jalan tol, pengguna wajib mendaftarkan data pribadi dan nomor kendaraan pada aplikasi Cantas sebelum memasuki jalan tol untuk mendukung kedisiplinan pengguna dalam melakukan pembayaran. Oleh karena itu, pengguna jalan tol harus memerhatikan registrasi aplikasi Cantas dan kecukupan saldo sebelum memasuki jalan tol.

Basuki Hadimuljono memastikan nantinya tidak akan ada penambahan biaya atau perubahan tarif bagi para pengguna tol saat beralih ke sistem MLFF.

"Tidak akan ada membebani pengguna tol dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk tidak ada perubahan tarif dengan adanya MLFF ini," kata dia.

Penerapan MLFF sendiri sudah ditetapkan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satu tujuan utamanya untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan tol, bukan untuk kepentingan BUJT atau pemerintah.

Proyek ini memiliki peran penting dan berdampak positif serta akan melibatkan sinergi dari banyak sektor, baik dari institusi maupun sektor industri. Hal itu sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan implementasi MLFF di jalan tol agar dapat terlaksana.

President Director of Roatex Indonesia Toll System, Attila Keszeg, menyatakan pihaknya siap mendengar segala masukan dari pemerintah Indonesia. Diperlukan transisi untuk menuju MLFF, termasuk masih butuh banyak sosialiasi ke masyarakat, terutama terkait proses registrasi kendaraan.

"Proyek ini merupakan transformasi teknologi di jalan tol, khususnya dalam transaksi pembayaran. Kami terus bekerja sama dengan PUPR secara intensif untuk memulai penerapan tahapan MLFF di akhir 2024” katanya.

Sebagai informasi, saat sistem MLFF resmi diterapkan akan meniadakan antrean pada gerbang tol dan mengurangi polusi udara akibat berhentinya kendaraan di gerbang tol. Selain itu sistem MLFF ini sebagai wujud inovasi digitalisasi pembayaran tarif tol.

(and_)

Berita Terkait

Berita Lainnya