KARANGANYAR, solotrust.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Surakarta (UNSA) melakukan kunjungan ke salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner tradisional, yakni Nasi Jagung Bu Mar yang berlokasi di Ngantirejo, Beruk, Jatiyoso, Karanganyar, Kamis (28/08/2025). Kunjungan ini menjadi bentuk nyata dukungan mahasiswa terhadap pelestarian kuliner local, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sariyem yang akrab disapa Bu Mar, sudah puluhan tahun mempertahankan tradisi berjualan nasi jagung. Usaha ini berawal dari permintaan konsumen hingga berkembang menjadi rutinitas yang selalu ditunggu masyarakat, khususnya di Pasar Purwodadi pada hari pasaran Kliwon dan Pahing. Dalam sehari, Bu Mar mampu memproduksi 30 kilogram hingga 50 kilogram nasi jagung dengan penjualan mencapai 80 sampai seratus wakul, bergantung pada keramaian pasar.
Menariknya, proses pembuatan nasi jagung masih dilakukan secara tradisional, mulai dari membersihkan, mengeringkan, menggiling, hingga merebus jagung putih tanpa campuran. Selain menjadi kuliner khas yang semakin jarang ditemui, nasi jagung juga digemari karena baik untuk diet dan ramah bagi penderita diabetes.
Dalam dialog bersama mahasiswa BEM UNSA, Bu Mar menuturkan motivasi utamanya sederhana, yakni menjaga keberlangsungan keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Kini, anak pertamanya sudah bekerja di lembaga perbankan, sementara anak bungsunya masih bersekolah di tingkat SMP.
“Cukup di sini saja, biar tidak repot. Bagi saya yang penting bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak,” ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, BEM UNSA berharap mahasiswa dapat belajar langsung tentang ketekunan, nilai budaya, serta pentingnya mendukung UMKM agar tetap bertahan di tengah arus modernisasi.
“UMKM seperti Bu Mar ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujar perwakilan BEM UNSA.
Adanya sinergi antara mahasiswa dan pelaku UMKM, diharapkan kuliner tradisional seperti nasi jagung dapat terus bertahan dan dikenal lebih luas oleh generasi muda.
*) Reporter: Nirmala Asnaliza/Meylina Nur Cahyatri/Rossalia Yolanda Putri
(and_)