Sabtu , 28 Maret 2020

Video Belajar Bahasa Korea Bersama BTS Mulai Dirilis Minggu Ini

24 Maret 2020 13:23 WIB


BTS. (Dok. Big Hit Entertainment).

Solotrust.com - BTS akan merilis konten video "Learn Korean with BTS" atau belajar Bahasa Korea bersama BTS untuk para penggemarnya dari luar Korea pada minggu ini, sebagaimana dikabarkan Yonhap (23/3/2020).

Big Hit Entertainment mengatakan tiga episode pertama dari seri itu akan dirilis di Weverse, aplikasi mobile untuk komunitas penggemar BTS pada Selasa sore.



Lebih lanjut, setelah merilis tiga episode pertama, satu episode baru akan dirilis di Weverse setiap Senin pagi, dengan total 30 klip disediakan secara gratis.

Setiap episode akan berdurasi sekitar tiga menit dan mendaur ulang adegan dari acara BTS yang telah ada seperti "Run BTS!" dan "Bangtan Bomb" untuk memberikan pelajaran tentang tata bahasa, ekspresi, dan budaya Korea. Video akan menampilkan frasa yang sering digunakan anggota BTS sehingga penggemar dapat terbiasa dengan bahasa Korea secara alami.

"'Learn Korean with BTS' adalah konten dalam format pendek yang dirancang untuk membantu penggemar global mengatasi hambatan bahasa yang mereka hadapi dalam menikmati musik dan konten BTS dengan mempelajari bahasa Korea dengan mudah dan menyenangkan," kata Big Hit.

Ke depan, Big Hit akan datang dengan berbagai konten untuk pendidikan bahasa Korea untuk penggemar global, yang menampilkan tidak hanya BTS tetapi juga artis lain di bawah naungannya.

Pada 5 Februari 2020 lalu, agensi BTS yakni Big Hit Entertainment mengunggah briefing tahunan perusahaan yang dihelat di Dongdaemun Design Plaza, Seoul dengan judul "1H 2020 Big Hit Corporate Briefing with the Community" di channel YouTubenya.

Dalam video tersebut, Big Hit Entertainment turut membagikan rencananya ke depan, yang salah satunya adalah merilis konten “Learn Korean with BTS" atau "Belajar Bahasa Korea Bersama BTS" pada Maret 2020.

"Ada banyak penggemar yang tidak dapat menikmati konten Big Hit sepenuhnya karena hambatan bahasa. Big Hit telah menciptakan media pendidikan Bahasa Korea menggunakan konten artis untuk pengalaman yang lebih bermanfaat dan mendalam bagi penggemar kami," kata founder Big Hit, Bang Si Hyuk dalam briefing itu.

Bang juga mengatakan bahwa Big Hit memang memulai ini dari BTS, namun mereka akan mengembangkannya dengan artis lain dari label mereka.

Berdasarkan cuplikan video "Learn Korean with BTS", konten itu termasuk tentang tata bahasa Korea dan ungkapan yang sering digunakan oleh anggota BTS, yang salah satunya diambil dari percakapan BTS di acara Run BTS!.

"Saya akan berusaha membantu tiga pilar utama industri musik yakni penggemar, artis, dan perusahaan untuk tumbuh bersama secara adil dan sehat," kata Bang.

Bang kembali mengatakan di akhir briefing itu bahwa "Big Hit akan memastikan bahwa penggemar, artis, dan perusahaan yang merupakan sumbu X, Y, Z dari industri musik dapat tumbuh bersama secara adil."

Terkait Bahasa Korea, BTS pernah mendapat penghargaan dari grup yang fokus pada perlindungan Bahasa Korea di Korea Selatan yakni “Nation’s People Preserving the Korean Language” pada 2018. BTS terpilih sebagai “Top Promoter of the Korean Language” atau promotor tertinggi Bahasa Korea.

Hal itu diumumkan menjelang Hari Hangeul yang jatuh pada 9 Oktober, hari dimana masyarakat Korea merayakan penemuan alfabet itu. Penghargaan ini merefleksikan bagaimana BTS telah menyebarkan pengetahuan tentang bahasa dan budaya Korea Selatan kepada dunia.

“BTS terpilih sebagai yang pertama karena kontribusi mereka yang luas untuk meningkatkan perhatian internasional terhadap bahasa dan budaya Korea,” kata grup tersebut.

Untuk informasi, Korea memakai abjadnya sendiri dalam berbahasa, yakni Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada tahun 1446 di masa dinasti Joseon. Raja Sejong menamakan huruf tersebut "Hunminjeongeum" yang berarti bunyi yang tepat untuk diajarkan kepada rakyat.

Hangeul adalah kebanggan rakyat Korea dan juga sudah masuk sebagai Memory of the World Heritage oleh UNESCO pada tahun 1997. Tiap tanggal 9 Oktober rakyat Korea Selatan pun memperingatinya sebagai Hari Hangeul.

Meskipun Hangeul ini terlihat seperti tulisan ideografik atau tulisan dalam bentuk ‘simbol’ seperti aksara Tionghoa, namun Hangeul adalah abjad fonetik atau alfabet karena tiap hurufnya merupakan lambang vokal dan konsonan yang berbeda-beda.

Alfabet Hangeul terdiri dari 24 huruf yang terdiri dari 14 huruf konsonan dasar dan 10 huruf vokal dasar yang kemudian dikembangkan lagi menjadi konsonan rangkap dan vokal rangkap.

Sekedar informasi, Suku Cia-Cia di Sulawesi Tenggara, Indonesia bahkan menerima Hangeul untuk menjadi sistem tulisan dari Bahasa Cia-Cia pada tahun 2009 lalu.

Awal mula dari hal ini adalah penutur bahasa daerah minoritas di sana tidak memiliki sistem penulisan yang bisa mengabadikan pelafalan bahasa mereka sendiri.

Wali Kota Baubau kemudian berupaya mencari aksara yang cocok dengan Bahasa Cia-Cia. Akhirnya, pemerintah Kota Baubau bekerjasama dengan Hunminjeongeum Research Institute dari Korea Selatan untuk membuat naskah bahasa Cia-Cia dengan alfabet Hangeul sehingga bahasa tersebut lestari hingga kini. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com