Sabtu , 8 Mei 2021

Merapi Siaga, Begini Antisipasi BPBD Kabupaten Boyolali

7 November 2020 14:31 WIB


Sosialisasi terkait implemetasi kesiapan Sister Village antara BPBD Kabupaten Boyolali dengan BPBD Kabupaten Magelang, dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (06/11/2020). (Foto: BPBD Kabupaten Boyolali)

JAKARTA, solotrust.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali terus melakukan upaya penanangan siaga darurat sebagai antisipasi adanya kenaikan level Gunung Merapi dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), Sabtu (07/11/2020).

Menurut laporan diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tim BPBD Kabupaten Boyolali telah berfokus pada penanganan wilayah yang masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi, yakni Desa Jrakah, Desa Klakah, dan Desa Tlogolele di Kecamatan Selo.



Adapun upaya telah dilakukan, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati adalah dengan mempersiapkan jalur evakuasi untuk warga, menetapkan titik kumpul evakuasi, melakukan gladi lapang terkait pelaksanaan evakuasi, dapur umum dan evakuasi ke desa penyangga.

"Selain itu, BPBD Kabupaten Boyolali juga telah melakukan sosialisasi terkait implementasi sister village pada masa pandemi, antara Desa Tlogolele di Kabupaten Boyolali dengan Desa Mertoyudan dan Desa Bumirejo yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Magelang," tambahnya dilansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bnpb.go.id.

Selanjutnya, tim BPBD Kabupaten Boyolali segera melakukan distribusi logistik berupa bahan pangan dan masker ke TPPS di Desa Tlogolele, Desa Klakah, dan Desa Jrakah, setelah status siaga Gunung Merapi ditetapkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Kamis (05/11/2020). 

Selain itu, Raditya Jati mengungkapkan, tim BPBD Kabupaten Boyolali dan gabungan juga menempatkan alat transportasi berupa mobil truk untuk membantu warga dalam melakukan evakuasi di Desa Klakah.

"Sejalan dengan itu, pelaksanaan pembaruan pendataan penduduk termasuk usia rentan, ternak, dan kendaraan di wilayah KRB III juga terus dilakukan," sambungnya.

Lebih lanjut, sosialisasi terkait informasi terkini juga terus disampaikan agar masyarakat tidak panik. Di lain sisi, warga juga diimbau untuk dapat mempersiapkan diri melaksanakan evakuasi.

Selain tiga desa di Kabupaten Boyolali, wilayah lain masuk dalam KRB III dan harus segera mendapat penanganan, menurut BPPTKG adalah Ngargomulyo, Krinjing dan Paten, Kecamatan Dukun di Kabupaten Magelang dan Tegal Mulyo, Sidorejo dan Balerante, Kecamatan Kemalang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kemudian wilayah administrasi desa yang masuk dalam prakiraan daerah bahaya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Glagaharjo, Kepuharjo, dan Umbulharjo di Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Sementara itu, rekomendasi dari BPPTKG untuk wilayah KRB III adalah penambangan di alur sungai-sungai berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III agar dihentikan, pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu terkait upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang dapat terjadi setiap saat.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com