BOYOLALI, solotrust.com - Sejumlah jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI melakukan kunjungan kerja ke industri kerajinan logam di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jumat(5/5/2023). Selain melakukan dialog dengan para pelaku industri, rombongan Kemenperin juga melihat secara dekat proses pembuatan kerajinan logam dan kuningan.
Sekretaris Jenderal Kemenperin, Dony Widodo, mengatakan kunjungan ini dilakukan guna memberikan pemahaman terhadap para staf Kementerian Perindustrian agar mengetahui secara langsung proses industri kerajinan logam.
“Mereka sudah terbiasa di dalam ruangan kantor, padahal di Sekretariat Jenderal Kementerian itu ada perindustrian. Saya bawa ke tempat industri agar mereka lebih tahu pengolahan industri kerajinan secara langsung,” katanya kepada wartawan.
Dony Widodo juga menanyakan kelangsungan bahan baku serta kelanjutan pasar industri tembaga pascapandemi Covid-19 terhadap pelaku industri logam.
“Saya sempat menanyakan terkait bahan baku, kelangsungan pengelolaan industri pascapandemi ini. Alhamdulilah, Pak Sriyanto ini salah satu pemilik industri yang dapat melalui penjualan selama pandemi. Mereka dapat mencari celah di saat resesi,” ungkap dia.
Menurut Dony Widodo, ekonomi kecil di Desa Tumang dapat menjadi bumper bagi perekonomian nasional. Terbukti industri kecil tersebut dapat tembus ke mancanegara.
“Industri kecil ini ke depannya kita pikir sebab ekonomi kecil inilah yang dapat menjadi bumper perekonomian Indonesia, terbukti dapat tembus mancanegara. Jadi pemilik industri ini juga meminta pemerintah terkait perhatian bahan baku,” katanya.
Boyolali, menurutDony Widodo merupakan kabupaten yang banyak memiliki industri bila dibanding daerah lain.
“Saya bangga dengan produk desa, jadi ekonomi rakyat melalui bumdes (badan usaha milik desa) dan sungguh-sungguh bahan baku ada di sini. Kami mendengar bahwa di Boyolali ini sudah nol pengangguran. Kita belajar dari Boyolali, kabupaten lain bisa melihat ke sini,” tandasnya.
Salah satu pelaku industri tembaga di Tumang, Sriyanto, mengaku harga bahan baku terus mengalami kenaikan lantaran didatangkan dari mancanegara.
“Saya minta lintas sektoral yang membidangi terkait industri tersebut dari bawah sampai atas itu dapat selaras, sehingga sesuai apa yang diharapkan oleh para pelaku industri tembaga,” pintanya. (jaka)
(and_)