Minggu , 7 Juni 2020

Berkat BTS, Makin Banyak Orang Ingin Tes TOPIK

22 Februari 2020 06:21 WIB


BTS (Dok. Big Hit Entertainment)


Solotrust.com - Test of Proficiency in Korean (TOPIK) atau tes Bahasa Korea untuk orang asing maupun orang Korea yang tinggal di luar negeri yang tidak berbicara Bahasa Korea sebagai bahasa utamanya mengalami kenaikan peminat, salah satunya berkat popularitas BTS.



"Banyak pelamar yang mengambil TOPIK karena mereka tertarik dengan Korean Wave, dengan BTS yang paling terkenal, ingin belajar bahasa Korea dan menguji kemampuan mereka," kata seorang pejabat lembaga pendidikan, dilansir dari Donga.

Menurut data National Institute for International Education (NIIE), yang ada di bawah Kementerian Pendidikan Korsel, jumlah pendaftar TOPIK telah tumbuh 15% setiap tahun selama tiga tahun terakhir. Jumlah pelamar untuk tahun ini diperkirakan akan mencapai 450.000 orang.

Pertama kali diselenggarakan pada 1997 dengan 2.692 peserta, sampai tahun 2019 sudah ada lebih dari 2,82 juta peserta yang pernah mengikuti tes TOPIK.

Hasil tes TOPIK sendiri banyak digunakan untuk tujuan akademik atau kejuruan, seperti datang untuk belajar atau mendapatkan pekerjaan di Korea Selatan.

Skor TOPIK diperlukan untuk siswa internasional yang ingin belajar di program sarjana/pascasarjana di Korea atau memperoleh visa kerja. TOPIK sangat populer di Asia Tenggara.

“Konten Korea sangat populer, itulah sebabnya saya menggunakan musik BTS dan drama Korea di kelas saya,” kata seorang instruktur yang mengajar TOPIK di Timor Timur. Sekitar 86% pelamar TOPIK adalah remaja dan berusia 20-an

TOPIK juga akan ditawarkan dalam format Internet-based test/tes berbasis Internet (IBT) mulai dari tahun 2022, untuk menggantikan paper-based test/tes berbasis kertas (PBT) saat ini, yang menghabiskan banyak waktu dalam pencetakan, pengiriman, dan pengumpulan kertas ujian.

IBT TOPIK akan diperkenalkan pertama kali di area dengan permintaan tinggi dan IT yang mendukung, seperti Cina, Jepang, Taiwan dan Vietnam. Diperkirakan perlu waktu hingga empat tahun untuk berekspansi ke negara-negara dengan infrastruktur IT yang kurang maju seperti Afrika. Dengan pengenalan IBT, lembaga pendidikan itu bercita-cita untuk menetapkan TOPIK sebagai evaluasi otoritatif global seperti TOEFL. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com