Kamis , 4 Juni 2020

BTS Jelaskan Mengapa Konsep Shadow dan Ego Ada dalam Satu Album

26 Februari 2020 02:00 WIB


BTS dalam konferensi pers album "Map of the Soul: 7" (Dok. Big Hit Entertainment)


Solotrust.com- BTS menghelat konferensi pers untuk rilisnya album terbaru mereka "Map of the Soul: 7" pada 24 Februari 2020. Acara ini sebenarnya dijadwalkan berlangsung di Coex, Seoul dengan kehadiran media, namun berganti menjadi live streaming untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).



Salah satu hal yang dijelaskan saat itu adalah mengapa BTS menggabungkan dua konsep sekaligus yakni shadow dan ego dalam satu album.

Di awal, RM mengatakan bahwa setelah rehat resmi mereka tahun lalu, comeback mereka harus diundur.

“Karena 'Map of the Soul: 7' adalah comeback pertama kami dalam 10 bulan, kami ingin berbagi cerita dengan kualitas yang lebih tinggi, jadi kami datang dengan ide menggabungkan 'shadow' dan 'ego'," kata leader BTS itu mewakili rekan-rekannya.

Ia melanjutkan, 'Shadow' adalah rasa sakit dan penderitaan yang kami alami, dan 'ego' adalah untuk menerimanya sebagai bagian dari takdir kami dan mengambil langkah maju. Menempatkan judul berat '7,' kami tuangkan dalam jiwa, energi, dan kerja keras kami untuk menyelesaikan album ini."

Setelah mengeksplorasi konsep persona dalam seri pertama album "Map of the Soul", dalam seri keduanya ini BTS mengeksplorasi aspek Shadow dan Ego. Meski begitu, album "7" juga menyertakan lagu-lagu dari persona, termasuk "Intro: persona".

Seperti diketahui bahwa album "Map of the Soul" terinspirasi dari struktur kepribadian dari psikolog Carl Gustav Jung. Jung membagi struktur kepribadian manusia menjadi tiga bagian yakni conscious (kesadaran/ego), personal unconsciousness (ketidaksadaran personal) dan collective unconsciousness (ketidaksadaran kolektif).

Ketidaksadaran kolektif berisi ingatan laten tentang hal-hal yang diwariskan dari masa lampau leluhur, dan ketidaksadaran kolektif semua orang relatif sama. Persona, shadow, anima/animus, dan the self merupakan jenis ketidaksadaran kolektif.

Sedangkan ego adalah jiwa sadar yang terdiri dari persepsi-persepsi, ingatan, dan pikiran-pikiran sadar. Ego merupakan bagian manusia yang membuat dia sadar terhadap dirinya, yang berhubungan dengan identitasnya. Aktivitas kejiwaan yang ada dalam dimensi kesadaran misalnya berpikir (thinking) dan merasakan (feeling).

"Ego" memiliki pengucapan yang sama dengan "이거 (igo) dalam Bahasa Korea, yang artinya adalah "this thing/hal ini". Dalam lagu "Outro: Ego" yang dibawakan J-Hope, terdapat lirik "Map of the soul, map of the all. That's my ego, that's my ego", yang dapat dipahami bahwa map of the soul (peta jiwa) seperti yang ada dalam teori Jung adalah ego (identitas) BTS sekaligus hal/bidang/thing yang BTS lakukan sekarang, yakni sebagai seorang seniman yang bergelut di bidang musik (musisi), yang kini tengah membuat karya dengan tema "Map of the Soul".

Perihal "thing" ini sebelumnya telah disebut dalam lirik "Black Swan", dimana BTS menanyakan apa "thing/thang" mereka. Dalam "Ego", terjawab bahwa thing yang dimaksud adalah identitas mereka sebagai seorang musisi.

Seperti yang dikatakan RM dalam konferensi pers itu, meski BTS bergulat dengan shadow yang berupa rasa sakit dan penderitaan, namun ego mereka sebagai musisi adalah untuk menerimanya sebagai bagian dari takdir mereka kemudian mengambil langkah maju.

Dalam "Interlude: Shadow", popularitas yang berlebihan mempunyai efek seperti kesepian, kesendirian, dan ketakutan berada di puncak, sehingga seperti terjadi pertentangan antara ego mereka sebagai seorang seniman yang harus melakukan "thang/thing"nya dengan shadow berupa ketakutan yang siap menelan mereka, yang efek selanjutnya mereka bisa berhenti menyanyi/membuat musik.

Dilanjutkan dalam "Black Swan", mereka tidak justru dilahap oleh shadow itu, namun justru menjadi sadar akan peran meraka sebagai musisi dan harus berjuang di jalan mereka.

BTS menjadi sadar bahwa menjadi musisi atau orang yang cinta pada musik (dengan menyanyi dan membuat lagu), sebagaimana halnya penari cinta pada menari, adalah peran mereka.

Sehingga, betapapun beratnya, mereka akan mempertahankan apa yang menjadi "thang/thing" mereka, karena jika mereka berhenti, maka mereka akan menghadapi kematian pertama, yang justru lebih menyakitkan, seperti quote dari Martha Graham yakni "A dancer dies twice – once when they stop dancing and this first death is the more painful" yang terjemahannya adalah "seorang penari meninggal dua kali - sekali ketika mereka berhenti menari dan kematian pertama ini lebih menyakitkan".

Semua ini kemudian dideklarasikan melalui sebuah manifestasi atau pernyataan besar dalam "ON", yang menjadi lagu utama dalam album "7".

"Kami mungkin menghadapi beberapa shadow atau mungkin bencana, bahkan mulai sekarang, tetapi kami sudah mengakui ini sebagai bagian dari diri kami sendiri. Ini seperti pernyataan besar dan manifesto yang akan kami laksanakan," kata RM terkait "ON" dalam wawancaranya dengan Billboard saat lagu itu dirilis.

Mengikuti "Interlude: Shadow" dan "Black Swan", "ON" masih mengeksplorasi aspek shadow dalam diri mereka sebagai seorang seniman, namun dengan pernyataan tegas bahwa mereka menerimanya dan menghadapinya untuk terus maju.

Di bagian bridge, dikatakan bahwa BTS adalah pejuang yang memilih untuk turun ke jurang yang gelap. Mereka siap berjuang, menghadapi segala rasa sakit, menggambarkan keberanian mereka menghadapi shadow dalam diri mereka sendiri.

Lirik ini terlihat relevan dengan salah satu foto konsep BTS dalam album "7", dimana ada lubang hitam di bawah mereka, dan layaknya white swan, mereka siap turun ke bawah untuk menjumpai shadow mereka. Dalam foto konsep yang lain, mereka terlihat berubah menjadi black swan, yang menggambarkan pengakuan/penerimaan mereka terhadap shadownya. Bahkan khusus untuk Suga, posenya terlihat seperti memeluk sayap hitamnya, seperti ia sedang memeluk/merangkul bayangannya sendiri (embrace his own shadow).

Meski mengakui keberadaan shadow dan menghadapinya, BTS tidak tenggelam di dalamnya dan terus bergerak maju (on and on). Hal ini selaras dengan apa yang pernah Suga katakan dalam wawancara di acara Zack Sang Show.

"Satu pesan yang menembus album ini secara keseluruhan adalah bahwa kamu harus menghadapi bayang-bayang (shadow) dalam batinmu tetapi jangan sampai tenggelam di dalamnya. Kamu harus menghadapinya dan bergerak maju," kata Suga. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com